Selasa, Mei 10, 2011

Aku Harus Bagaimana?

Kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir

aku harus bagaimana?
kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

kau ini bagaimana?
kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan

aku harus bagaimana?
aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

kau ini bagaimana?
kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

aku harus bagaimana?
aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain

kau ini bagaimana?
kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggil-Nya dengan pengeras suara tiap saat
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

aku harus bagaimana?
aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

kau ini bagaimana?
kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

aku harus bagaimana?
aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab

kau ini bagaimana?
kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

aku harus bagaimana?
aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

kau ini bagaimana?
kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

aku harus bagaimana?
kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

kau ini bagaimana?
aku bilang terserah kau, kau tidak mau
aku bilang terserah kita, kau tak suka
aku bilang terserah aku, kau memakiku

kau ini bagaimana?
atau aku harus bagaimana?

1987
Mustofa Bisri (Gus Mus)


Ndak tau kenapa saya tu sukaaaaaa banget sama puisi ini. Saben sore saya pasti dengerin ini dibacakan di salah satu stasiun radio di Surabaya. Kata-katanya sangat sederhana namun maknanya dalam dan menusuk. Pas banget sama situasi dan kondisi saat ini.

Buat pembaca sekalian yang suka silakan di share ya.... salut deh buat Gus Mus...Share/Save/Bookmark Subscribe



Related Posts :



50 komentar:

bintangair on 10 Mei 2011 20.00 mengatakan...

wah beneran ya kang, kalimatnya kena banget sama keadaan banyak orang. kalo kena dalam situasi begini, pasti bingung mo ngapain.

Isti on 10 Mei 2011 20.34 mengatakan...

jadi diri sendiri aja mas...ikuti kata hati...:) selamat malem..

obat tradisional darah tinggi on 11 Mei 2011 10.13 mengatakan...

jangan mau di atur kalu ga sesuai dengan hati tinggalin aja....

obat epilepsi on 11 Mei 2011 10.52 mengatakan...

ane jadi pusing toh bacanya hehe, kalo menuyrut saya percaya kepada diri sendiri aja gan ,,supaya tentram

IbuDini on 11 Mei 2011 11.28 mengatakan...

Mengapa dia, dan ada apa sebenarnya dengan dia..sehingga apa yang kamu lakukan tak benar dimatanya.

DewiFatma on 11 Mei 2011 15.21 mengatakan...

Keren puisiny, Kang. Pas bener!
Aku jadi bingung harus komen gimana... :)

W i e d e s i g n a r c h on 11 Mei 2011 17.41 mengatakan...

puisi perenungan yang menarik....
akhirnya satu lagi prosa sastra yang saya baca dari jawaranya.... ^_^
bagus..
memang agak retorik...
tapi memang seperti itulah penulis yang tak memihak ^_^

JHONI on 11 Mei 2011 19.28 mengatakan...

wah pas nih kang!!!!! pas lagi bngung juga ni hehehehehehe

XAMthone plus on 12 Mei 2011 10.13 mengatakan...

hihi bingung gan saya, , kreatip tuh saya dan juga kau, hehe

Ude Baha on 15 Mei 2011 01.50 mengatakan...

Aku harus bagai mana ya...

ninda~ on 15 Mei 2011 04.02 mengatakan...

kang sugeng apa kabar ya?

obat herbal insomnia atau sulit tidur on 15 Mei 2011 13.57 mengatakan...

ya...tiap hati seseorang itu berbeda-beda,kadang susah disatukan dan kadang kurang dimengerti oleh kita...! yap..kita harus saling menghargai,itu kuncinya!

Kematian Osama Bin Laden dan Illuminati on 15 Mei 2011 23.19 mengatakan...

jadi ini yah salah satu karya Gus Mus...
mantap...
puisi yang bisa diartikan terhadap situasi politik Indonesia maupun curhatan suami terhadap istrinya... :p

xamthoneplus on 16 Mei 2011 08.04 mengatakan...

bagus,,,
ada puisi yang lain gak?
yang lebih bagus....
hehe

obat herbal kanker paru-paru on 16 Mei 2011 08.13 mengatakan...

good....
kata-katanya sederhana tapi bermakna...

obat penyakit jantung on 16 Mei 2011 10.00 mengatakan...

puisinya bagus banget...
nice..

obat jantung koroner on 16 Mei 2011 10.02 mengatakan...

hihi ane jadi bingung gan , no comen deh,
dasar nya manusia berbeda-beda gan, hehe

rumah dijual on 16 Mei 2011 12.10 mengatakan...

jadi diri sendirilebih baik,,,:)

Travel Haji on 16 Mei 2011 15.20 mengatakan...

ikuti kata hati,dan istihkoroh kalo ragu2 dalam mengambil keputusan

obat herbal insomnia atau sulit tidur on 17 Mei 2011 08.30 mengatakan...

ini salah itu salah..wahhh pas banget nih mas...

condrokartiko.net on 17 Mei 2011 12.44 mengatakan...

penuh makna nih puisinya....
:)

rumah dijual on 18 Mei 2011 09.57 mengatakan...

jadi diri sendiri lebih baik....

XAMthone plus on 19 Mei 2011 08.34 mengatakan...

kalo menurut saya , kita harus percaya pada diri sendiri aja gan , hehe,makassih buat infonya

Trik Online on 20 Mei 2011 10.42 mengatakan...

apa 'kau' di sini merujuk ke satu orang yang sama atau banyak orang..?

kalau satu orang, tinggalkan saja dia, kasih petuah sebelum ninggalin dia biar dia bisa mikir2 lagi kesalahannya

kalau banyak orang, ya itulah dunia, setiap orang punya pendapat masing2, apapun yang kita lakukan pasti ada yang senang ada yang tidak, tidak peduli baik ataupun buruk, kita berusaha sebaiknya aja yang menurut kita baik :)

..komen saya nyambung dengan makna puisi di atas ngga ya..? :P

Anabele Octora on 20 Mei 2011 11.21 mengatakan...

slm kenal ^^, Cara Gus Mus mengkritik lwt sebuah puisi sgt mempesona... kuat, menawan, mudah utk dimengerti...

obat mioma on 21 Mei 2011 12.34 mengatakan...

ane nocomen aja mas, abis ane bingung tuh harus ngomen apa, heheh

obat alami asam urat on 23 Mei 2011 10.29 mengatakan...

aku jadi bingung nih ngasih komentarnya

xamthone plus on 23 Mei 2011 15.23 mengatakan...

yah aku harus bagaimana ...???

bingunggg,,,,,,,

obat alami stroke on 26 Mei 2011 11.25 mengatakan...

aku jadi bingung nih ngasih komentarnya apa, dan aku harus bagai mana gan , hehe

Jasa SEO on 26 Mei 2011 22.22 mengatakan...

dlam bngt puisinya...,wahH waHH ada sosok pngalaman pribadi nHH yg dr tulsan si pngarang...hehehe
tp sngt bermakna nh puisi..postnganya bagus N berkwalitas..trimas kasihhH

green on 27 Mei 2011 09.15 mengatakan...

iyah bener, kalimat-kalimatnya sederhana tapi mengena... saya paling suka dengan kalimat yang ini : "aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu"
mmmm... siapa ya yang seperti itu :)

Obat alami diabetes mellitus on 27 Mei 2011 14.34 mengatakan...

makasih aja deh buat infonya, itu menandakan kita harus menuruti diri sendiri/ percaya diri yah

bangJo on 27 Mei 2011 21.23 mengatakan...

aku baru pertama baca... maknanya dalem...

marvine on 30 Mei 2011 09.42 mengatakan...

puisinya bagus tapi aku masih belum mengerti aku harus bagaimana..
wkwkwk..

Obat luka bakar on 30 Mei 2011 14.10 mengatakan...

makasih banyak nih buat infonya, aku jado no comendeh kalo begini

Obat herbal on 1 Juni 2011 14.47 mengatakan...

aku ijin no comen aja gan,ane kebingungan nih

Elsa on 1 Juni 2011 18.55 mengatakan...

Mustofa Bisri
pantas saja puisinya bagus sekali
kagum saya sama beliau tuh

xamthone on 3 Juni 2011 09.15 mengatakan...

waduh posting nya seru juga..
tapi agak pusing,,

hehe

jamaludin on 4 Juni 2011 17.11 mengatakan...

hebat bener nih postingannya seperti pujangga salam selalu terima kasih ya kata kata indahnya

Wisata Cibugary on 8 Juni 2011 15.28 mengatakan...

Jadilah diri anada sendiri,yakinlah akan kemmpuan diri sendiri,insya Allah sukses dunia akhirat

hayatinufus on 17 Juni 2011 13.50 mengatakan...

puisinya bagus sangat menyentuh.... sekali. pinter sekali yang menciptakan.

hayatinufus on 17 Juni 2011 13.52 mengatakan...

bagus sekali puisi nya saya salut sama yang menciptakan nya...mantab deh

obat tradisional gagal ginjal on 20 Juni 2011 13.18 mengatakan...

serba salah juga yach...

obat tradisional gagal ginjal on 20 Juni 2011 13.21 mengatakan...

serba salah yach......
mendingan pergi aja...

obat kanker payudara on 21 Juni 2011 12.55 mengatakan...

ko jadi begitu yah,, kalo gitu harus di tingkatkan dalam ke pribadian nya gan, makasih banyak atas infonya

lowongan kerja hari ini on 24 Juni 2011 01.13 mengatakan...

Filsafat manusia yang terlibat dalam suasana langsung seperti para sufi..

foto unik on 28 Juni 2011 15.26 mengatakan...

kayaknya perlu dibaca 3x baru ngerti gw gan..,.

obat alami nyeri haid on 2 Juli 2011 09.43 mengatakan...

wihh... kok jadi serba salah gini,,, jadi pusing saya,, hahaha...

salam kenal ajj y!!!

Travel Haji on 3 Juli 2011 20.29 mengatakan...

Jadilah diri kita sndiri, yakin akan kemampuan diri kita,itulah slah satu kunci sukses

jelly gamat on 5 Agustus 2011 10.06 mengatakan...

jadi serba salah donk, gini salah gtu juga salah...
udah lah ikutn ajj kata hati...

Posting Komentar

[ Full Page Comment Form ]

Maaf... karena banyak SPAMMER, terpaksa saya mengaktifkan MODERASI.
Ini adalah DOFOLLOW BLOG, setiap komen yg kamu tinggalkan, akan menjadi BACKLINK buat URL yg kamu sertakan, so... tinggalkan komen yg sesuai dengan TEMA, jangan NYEPAM..!!
Gunakan Name/URL biar lebih efektif. Jangan lupa pake http:// biar ndak BROKEN LINK.
Komentar APAPUN asal sopan dan punya aturan, PASTI saya terbitkan, KECUALI yg menyertakan LINK, akan langsung saya DELETE..!!

Back to TOP

 

Be A Great Person Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template