Selasa, September 08, 2009

Mantan Copet Itu Akhirnya Jadi Seorang Pengusaha (Bagian ke 2)

Assalaamu 'alaikum sahabatku semua...

Seperti yg saya bilang kemarin bahwa kali ini saya akan melanjutkan lagi kisah mantan copet yg lain yg sekarang sudah berhasil menjadi seorang pengusaha sukses. Tapi sebelumnya, saya mau mengucapkan terimakasih dulu yg sebesar-besarnya atas partisipasi sahabat-sahabat semua yg telah meninggalkan komentarnya di postingan saya kemarin.

Memiliki usaha sendiri adalah cita-cita dan obsesi saya sejak saya memutuskan untuk berhenti nyopet waktu itu.

Mantan copet itu akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses.

Hmmm... kala itu saya selalu membayangkan, betapa bahagianya hati ini, bila kelak suatu ketika sahabat-sahabat semua menggumamkan kalimat itu di belakang saya. Ini adalah obsesi terbesar saya sepanjang hidup, dan obsesi itu kian hari kian terasa kuat semenjak saya bertemu dengan seorang Bapak yg ternyata adalah mantan copet juga. Sama seperti saya.

Waktu itu...
seperti biasa setelah turun dari Bus Aneka Jaya jurusan Pacitan-Ponorogo, saya langsung menuju Bus Restu jurusan Ponorogo-Surabaya, yg sering saya tumpangi setiap habis mudik dan kembali ke tempat kerja di Surabaya.
Kebetulan bus tersebut belum begitu ramai dengan penumpang sehingga dengan begitu mudahnya saya bisa menemukan beberapa kursi kosong yg masih tersisa. Setelah mencari-cari sebentar, akhirnya saya temukan juga satu kursi yg saya rasakan paling nyaman untuk saya tempati. Saya kemudian duduk di kursi deretan ke 4 dari depan, di sisi sebelah kiri yg berisi dua kursi. Karena waktu itu saya merasa capek sekali, akhirnya ndak berapa lama kemudian, sayapun segera terlelap dibalik topi dan kaca mata hitam saya.
Saking lelapnya saya tertidur, tanpa terasa, dalam sekejap bus itupun akhirnya sampai di kawasan Mojokerto.

Nah disinilah saya bertemu dengan Bapak tadi, yg mana beliau ini telah berhasil merubah jalan hidupnya secara drastis.
Bapak itu berjalan ke arah saya sambil menggandeng anak perempuannya. Di tangan kanannya tergenggam sebuah ponsel Nokia N73. Sayapun lalu membaginya tempat duduk. Gadis kecil sekitar tujuh tahunan itupun tampak begitu asyik bergelayut manja di bahu Bapaknya, sambil membawa sebungkus plastik tahu asin, masih lengkap dengan lombok dan juga petisnya.
Sambil makan tahu, sesekali gadis kecil itu menatapi saya, sementara Bapaknya diam saja sambil terus memandang lurus ke depan.
Karena hari itu hari Senin dan bukan masa liburan sekolah, iseng-iseng saya lalu nanya,

"ndak sekolah to Dik?" gadis kecil itu hanya tersipu, lalu memandang Bapaknya.
Sang Bapak yg mendengar pertanyaan itu kemudian tersenyum kepada saya sambil berkata,

"mbolos Mas, sekali-kali kan ndak papa, habis kalo tahu Bapaknya bepergian pasti selalu minta diajak"

"memang Bapaknya mau ke mana to?"

"ke Surabaya"

"wuaaah sama dong, saya juga mau kesana lho Pak, kerja" jawab saya kemudian, "kok Ibunya ndak ikut?" tanya saya lagi

"Ibunya di rumah, jaga kalo ada orang setor"

"setor?? setor apa to Pak?"

"setor plastik bekas"

"ooo begitu"

"waktu muda dulu, saya pernah tinggal di Surabaya juga lho Mas" katanya seperti bernostalgia.

"tiap hari kluyuran di terminal Bungurasih" tambahnya.

"lho, koq kluyuran di Bungurasih Pak?" saya jadi tertarik untuk bertanya lebih jauh.

"nyopet Mas, tapi setelah kawin dan punya anak, saya insyaf. Kerja kayak gitu emang gampang cari duitnya, tapi nyusahkan orang sehingga bikin hidup keluarga kami ndak berkah. Lagian saya juga ndak mau memberi makan anak saya dengan uang haram" lanjutnya lagi.

Mak diegghh....! jantung saya berdegup kencang waktu itu, jangan-jangan Bapak ini mengenali saya..."terus, bapak kerja dimana waktu itu?" dengan masih berusaha menyembunyikan rasa khawatir, saya memberanikan diri untuk terus mengoreknya.

"karena saya ndak sempat tamat SMP, akhirnya cuma bisa jadi pemulung di Surabaya. Itu saya jalani selama 2 tahun, tapi karena ndak ada perkembangan, akhirnya saya pulang ke daerah asal istri saya, di Mojokerto, disana saya mengumpulkan para pemulung biar setor ke saya, terus memulai usaha jadi pengepul sampah plastik untuk dikirim ke pabrik plastik"

"plastik apa saja yang disetorkan?"

"macam-macam Mas, mulai dari bekas gelas aqua, botol plastik, keranjang plastik, timba, tas kresek, sampai polybag bekas pertanian. Pokoknya hampir semua sampah yg berbahan plastik"

"terus langsung dijual ke pabrik?" tanya saya

"ya ndak, musti disortir, dibersihkan, terus digiling sampai hancur. Setelah itu baru bisa dikirim ke pabrik plastik"

"wuaaaah, saya benar-benar salut dengan kerja keras Bapak" ucap saya berterus-terang.

Wajah Bapak itu nampak sumringah saat mendengar ucapan saya.

"Alhamdulillah Mas, rezeki memang selalu ada kalau kita terus menerus berusaha dan berdoa" jawabnya, "jadi ndak perlu nyopet, mencuri apalagi korupsi buat nyari rezeki. Sekarang saya sudah bisa mempekerjakan 5 orang tetangga saya buat menyortir dan menggiling plastik di rumah" tambahnya lagi.

"lha terus suka-duka bisnis sampah plastik itu gimana sih Pak?"

"sukanya ya permintaan plastik itu ndak pernah mandeg, pasti selalu ada. Kan pabrik plastik juga banyak. Bahan baku sampah plastik juga bertebaran dimana-mana, hampir di tiap tong sampah bisa kita temui. Jadi jangan kuatir kekurangan bahan baku atau ndak bisa memasarkannya. Kita tinggal pandai-pandai saja mencari peluang, mengumpulkan pemulung agar mau kirim ke kita, menyortir sampah, digiling, terus dijual ke pabrik. Sederhana saja kok Mas"

"kalau duka-nya Pak?" tanya saya.

"dukanya itu kadang pemulung yg setor suka main curang. Misalnya sampah polybag diisi tanah lumpur biar tambah berat. Terus mereka suka kasbon tapi ndak pernah setor lagi alias kabur. Malah ada yg sudah saya modali sepeda pancal, tapi justru setor barangnya ke orang lain. Adakalanya pabrik juga suka mengulur-ulur pembayaran, padahal modal saya kan terbatas, tapi itu ndak semuanya kok Mas, buktinya saya masih bisa kerja sampah plastik" katanya sambil tersenyum.

Singkat cerita, siang itu saya beruntung sekali mendapatkan teman seperjalanan yang enak diajak ngobrol, hingga ndak kerasa bus sudah memasuki kawasan Medaeng. Bus itupun segera berhenti beberapa saat, menurunkan penumpangnya, dan itu membuat udara terasa semakin panas. Sayapun lalu melepas kaca mata dan topi bordir yg sudah saya pakai sejak berangkat tadi pagi.
Dan tanpa saya sadari, ter-urailah rambut saya yg waktu itu masih sepanjang bahu yg sedari pagi tersembunyi rapi di dalam topi. Bapak itupun setengah terkejut menatap saya dalam-dalam.

"Gareng..??!" Bapak itu menyerukan nama panggilan saya ketika masih menjadi preman dulu... "koen iku Gareng kan??" serunya penuh rasa penasaran.

"iya Pak.. saya memang Gareng, sampeyan sopo??"

"aku Cak Tarjo Rungkut, anak buahe Cak Rukin"


Akhirnya tanpa bisa mengelak lagi, sayapun terpaksa mengakui bahwa saya memang Gareng, Sang Mantan Preman Bungurasih juga. Dan obrolanpun berlanjut dengan menggunakan bahasa terminalan yg sebenarnya sangat kaku buat lidah wong kulonan seperti saya ini.

"Jianc**... ngono ket mau koen mbidhek ae cangkemmu..!"

"sepurane Cak.. polae aku yo wis gak nyopet maneh, aku wis tobat. Aku yo rodok lali mbarek pheno, lha pheno sak iki wis dadi wong sogih ngono, gawanane hape wapik.."

"sogih apane..?? nyambut naendi koen sak iki??"


Dan bla bla bla... obrolanpun berlanjut sebegitu serunya. Dari sekedar mengenang masa lalu sampai membahas tentang pekerjaan yg saat ini sama-sama dilakoni. Dan dari obrolan sekejap itulah akhirnya saya terinspirasi untuk segera mewujudkan obsesi saya waktu itu. Saya yakin saya pasti bisa. Buktinya ya Cak Tarjo tadi. Meskipun SMP ndak tamat, tapi sekarang dia sudah bisa berdiri sendiri, mengelola bisnis sendiri. Sedangkan saya. Saya lulusan STM, punya ketrampilan khusus, masak saya ndak bisa seperti dia. Apalagi sekarang saya sudah berpenghasilan tetap, hasil menjabat sebagai salah satu operator mesin bubut di salah satu perusahaan ternama di Surabaya. Masak saya ndak bisa mewujudkan obsesi saya itu. Saya pasti bisa menyisihkan sebagian dari gaji saya untuk mewujudkan obsesi saya itu. Saya pasti bisa. Lihat saja, beberapa tahun lagi saya pasti sudah bisa memiliki bengkel bubut sendiri, berikut mesin dan peralatan lainnya. Itu tekad saya.
Ndak ada yg ndak mungkin, selama kita punya keyakinan, dan masih mau berusaha, Allah pasti akan membukakan jalan-Nya.

Dan demikianlah akhir dari kisah Sang Mantan Copet itu. Berkat pertemuan tersebut, akhirnya saya semakin rajin menyisihkan sebagian dari gaji saya untuk mewujudkan cita-cita besar itu.
Doakan saya ya Sahabatku semua, semoga dalam beberapa tahun ke depan, obsesi saya itu segera terwujud, amin.

Wassalaamu 'alaikum wr.wb.Share/Save/Bookmark Subscribe



Related Posts :



69 komentar:

Seti@wan Dirgtant@Ra on 8 September 2009 12.41 mengatakan...

Selamat Siang sobat,...

Pertemuan dengan Sahabat sesama mantan pen****t yang membawa berkah.

Semoga obsesi sobatku bisa secepatnya terwujud, Amin.

Rita Susanti on 8 September 2009 13.08 mengatakan...

Amiin, semoga dengan selalu rutin menyisihkan gaji semua obsesi itu bisa segera terwujud, dengan izin NYA tentunya.

mommy adit on 8 September 2009 13.23 mengatakan...

InsyaAllah, dengan semangat dan doa, akan terwujud..

Bandit Pangaratto on 8 September 2009 13.53 mengatakan...

Sip...

Semoga obsesinya tercapai...

Biyen aku sering numpak bis suroboy-malang, yo sering wedhi nek mlebu terminal bungur, akeh premane, narik-narik penumpang....



SAlam Perantau

buwel on 8 September 2009 14.04 mengatakan...

Semoga tercapai Bang Cita2 Nya.....Amiiiin

A-chen on 8 September 2009 14.05 mengatakan...

Niat yang mulia untuk hidup mulia tentu ada jalannya Bang.....

cebong ipiet on 8 September 2009 14.59 mengatakan...

aku seneng moco pengalamanmu kang...aku paling wedi nang bungur biyen ki, coba kenal dirimu xixixiixixix

Kabasaran Soultan on 8 September 2009 15.15 mengatakan...

Maka bertemulah sang mantan dengan sesama mantan tentunya atas Izin ALLAH.
Duh ceritanya sungguh banyak mengandung hikmah.

Lebih baik menjadi mantan copet dari pada copet beneran.
wakakakakakaaaa

Zippy on 8 September 2009 15.24 mengatakan...

Weleh, itu bahasanya saya gak ngerti mas, wkwkwkwk....
Aslinya emang orang Jawa, cuma lama di Jayapura, jadi rada gak ngerti, kyakakkakka....

Yang penting sekarang mas bukan copet lagi :D

BIG SUGENG on 8 September 2009 15.28 mengatakan...

Saya terharu membacanya, mudah2an harapan dan keinginan mulia dapat segera terwujud. Dan mudah2an Alloh swt memberikan kemudahan dan barokahnya. Amiin

JengSri on 8 September 2009 18.53 mengatakan...

aku bingun nih mau manggilnya mas
mas mantan copetkah?

Wh on 8 September 2009 19.00 mengatakan...

like this

Mantap jaya kang kisah perjalanan urip sampean......

Pandongoku kang mugi Obsesi sampean cepet katurutan lan kabul.....
Amin
Semakin semangat untuk melanjutkan kehidupan.....
Salam
Matur suwun wewarahipun

Wh on 8 September 2009 19.03 mengatakan...

salam kagem bebrayan sampean....

Nothing imposible

Tisti Rabbani on 8 September 2009 20.35 mengatakan...

Sukses Kang, turut mendoakan semoga berhasil cita2mu...

Cerita yg buat aku merinding...
hebat sampeyan....

mira on 8 September 2009 23.26 mengatakan...

semoga sukses. mantan copet jauh lebih baik daripada mantan ustad. ;)

Hani Hizboel on 9 September 2009 00.21 mengatakan...

Cerita yang sangat memberi inspirasi utk kita smua :)

hill on 9 September 2009 04.08 mengatakan...

pengalaman yang syarat makna dan inspirasi,menggugah pikiran saya utk terus semangat :) salam kenal, kunjungan perdana kawan

salam

hill

KangBoed on 9 September 2009 04.29 mengatakan...

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllll

KangBoed on 9 September 2009 04.30 mengatakan...

saluteeeeeeeee maju terus yaaaak sukses selalu

Sang Cerpenis bercerita on 9 September 2009 08.57 mengatakan...

selamat pagi...mampir lagi.

netmild on 9 September 2009 09.41 mengatakan...

betul kalo kita mau berusaha pasti ada jalan Tuhan tidak akan merubah nasib sesorang sebelum merubah dirinya sendiri dulu

Susy Ella on 9 September 2009 09.47 mengatakan...

moga cita2nya tercapai..aamiin

semangat!!!

tapi banyak kata2nya yg ella ga ngerti T_T

Puspita on 9 September 2009 12.27 mengatakan...

Amin, Saya doakan dari jauh. Kita bisa menjadi magnet. Bersemangat!.

mira on 9 September 2009 19.29 mengatakan...

POLLOW NYAh DIMANA???

mira on 9 September 2009 19.31 mengatakan...

uda bisa!! td ga selesai loading ny :p

nana^site on 9 September 2009 22.50 mengatakan...

hai...perdananya mampir di blog teman baru.
makasiy ya kunjungannnya..

btw..i wish u always successfull ya..
amiiin

vie_three on 10 September 2009 12.57 mengatakan...

pertemuan yg tidak terduga dan sungguh membawa berkah..... hehehehe SEMANGAT!!!!

riosisemut on 10 September 2009 17.15 mengatakan...

Wuaaaaaah... salut, aku bener2 salut sama kisah hidup kamu Mas, ya Allah.. bener2 penuh dengan perjuangan.

ichaelmago on 10 September 2009 17.47 mengatakan...

sob..ada award buat anda di blog saya :D

stone on 10 September 2009 19.58 mengatakan...

semoga Allah memberikan kesuksesan bengkel bubutmu kelak mas gareng :-) amin

zasachi on 10 September 2009 21.46 mengatakan...

inspiring banget... ^^
mantan copet jadi pengusaha sampah. Pas jadi copet dihujat, sekarang setelah tobat gak hanya bermanfaat buat dirinya tapi juga buat alam. Gak semua org punya pemikiran kalo sampah bisa bw untung ^^

hehehe lucu baca di bagian bhs jawa, jadi ingat teman di forum yg dari surabaya, kalo ngomong ya model2 gitu...heheheh *maaf neh*

Blog GABUS on 11 September 2009 09.38 mengatakan...

saya baca doeloe...

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS on 11 September 2009 09.39 mengatakan...

sip....
maju terus, tetap semangat, merdeka, tetep berusaha...

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS on 11 September 2009 09.40 mengatakan...

mampir ya...

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

JHONI on 11 September 2009 10.26 mengatakan...

wah kang cerita hidupnya luar biasa....mantan "preman" yang kini bisa menulis sebuah blog untuk menginspirasi banyak orang!!!!! sangat luar biasa kang......rasanya saya ingin ketemu langsung dengan kang sugeng buat berbagi cerita wkwkwkwkw!!!!

eh maaf ya kang baru bisa mampir.....sekalian mau ngasi award nih kang silahkan diambil ya!!!!

JHONI on 11 September 2009 10.28 mengatakan...

NB:...yang pake bahasa jawa gak ada translatenya ya kang??? bingung saya hehehehe!!!

afwan auliyar on 11 September 2009 15.07 mengatakan...

sukses kang :)
mantaps kisah inspirasinya :)

mantan copet on 11 September 2009 15.36 mengatakan...

Yang bahasa Jawa itu artinya kira-kira begini teman-teman :

"assemmm... tau gitu dari tadi kamu diem aja punya mulut..!"

"ya maaflah Bang... kan sekarang aku uda gak nyopet lagi, aku udah insyaf. Lagian Abang sekarang uda jadi orang kaya, kemana-mana bawa hape mahal."

"kaya apanya...? kerja dimana kamu sekarang??"

Gitu teman-teman hehe... bahasa saya sudah mirip anak kota apa belum?? hehehee, maaf...

yanuar catur rastafara on 11 September 2009 22.30 mengatakan...

copet???
inget,, bulan puasa lho??
hehehe

namaku wendy on 12 September 2009 06.40 mengatakan...

amiiin ya robbal alamin mudah-mudahan keinginannya tu segera terwujud:)

Newsoul on 12 September 2009 07.41 mengatakan...

Siiip, mantap ceritanya. Kalau semua copet jadi mantan copet, menjadi pengusaha, alangkah Indahnya negeri kita ini. Cerita yang penuh hikmah.

neilhoja on 12 September 2009 17.23 mengatakan...

yups... selamat mas... rock n roll...!! hehehe

fajar on 13 September 2009 10.55 mengatakan...

Insya Allah, punapa-punapa ingkang dados penggahyuhipun mugi-mugi kalaksanan. Sembada ingkang sinedya, Jumbuh ingkang tansah ginayuh

ROSMANA APOLLA PUTERA on 13 September 2009 11.27 mengatakan...

Keren Kang Sugeng!

Puspita on 13 September 2009 20.42 mengatakan...

Selamat malam. Selamat berjuang.

Newsoul on 14 September 2009 08.52 mengatakan...

Ada award untukmu di blog saya. Diambil ya....

Air.Novel Ababiel on 15 September 2009 00.38 mengatakan...

dengan membaca cerita di atas saya semakin bisa untuk berfikir lebih luas lagi,menambah kreatifitas saya untuk menulis....trims bgt....salam knal....

Neng Rara on 15 September 2009 19.32 mengatakan...

assalamualaikum,
wah..sambungan yang pertama mas?
selamat, memang berguna juga menabung.
semoga semakin sukses yah..
wassalam

Itik Bali on 16 September 2009 14.27 mengatakan...

salut buat mas Sugeng
semoga selalu sukses menapaki hidup selanjutnya ya mas..

Ridwanox on 17 September 2009 10.48 mengatakan...

walaikumussalam...

wah sebuah arti kerja keras,benar2 luar biasa menapaki jalan yang terjal hingga mendapati tujuannya,smg makin sukses mas sugeng :D

Amink on 17 September 2009 20.59 mengatakan...

Two Thumbs Up...

Salam kenal

Blog GABUS on 18 September 2009 15.29 mengatakan...

mampir lagi

fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS on 18 September 2009 15.30 mengatakan...

lagi

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS on 18 September 2009 15.32 mengatakan...

dan lagi...

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

KangBoed on 19 September 2009 15.38 mengatakan...

Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

KangBoed on 19 September 2009 15.40 mengatakan...

Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllll

Kirim Kartu Lebaran Dapat Blackberry on 20 September 2009 06.45 mengatakan...

Panjang bgt ceritanya.. hehehe.. tp nice..

aldrix the brandals on 20 September 2009 15.15 mengatakan...

dgn senang hati mas,
saya jg kasih dukungan..
klo artikel jeleg saya dpt 7+, gmn dng anda ? pasti 9+ ..
bagus bget artikelnya, habis baca saya termotivasi lg utk hidup.. great.

Blog Informasi on 20 September 2009 18.32 mengatakan...

wah keren, selamet ya menang kontes...

Fanda on 21 September 2009 09.57 mengatakan...

Kayaknya si bapak itu sudah ditakdirkan utk bertemu dengan mas Sugeng ya! Moga2 cita2 mas cepet terwujud deh.

O ya, aku juga mo ngucapin terima kasih atas dukungannya buat blog aku di kontes dindasmart. Terimalah ucapan terima kasihku ya, mas (lihat di blogku)

Mengembalikan Jati Diri Bangsa on 22 September 2009 08.33 mengatakan...

Cerita yang bagus sobat... itu namanya perkawinan yang membawa berkah, bisa merubah hidup seseorang menjadi lebih berarti.. selamat buat mantan copetnya... n selamat hari raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin

tukang komen on 23 September 2009 13.53 mengatakan...

Saya doakan semoga cita-cita nan luhur dapat segera terwujud cak..

Gilang Kinasihan on 25 September 2009 13.50 mengatakan...

Saya dukung tekad wirausahanya 1trilyun persen..
Benar,nothing's impossible.. If you think you can,then you can..

Salam sukses selalu :)

Henny Y.Caprestya on 28 September 2009 12.20 mengatakan...

selamat atas kemenangannya mas..
semoga sukses untuk lomba-lomba yang lain.
sekalian to..kalo ada lomba kasih infonya ya

hpnugroho.com on 30 September 2009 00.22 mengatakan...

bila ada kemauan pasti ada jalan ...
maju terus mas, wujudkan cita-cita jangan berhenti ditengah jalan kecuali Tuhan berkehendak lain ...

salam,
tetap semangat ....

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikum
ada yang bisa bantu saya kasi informasi mengenai plastik bekas di kota jayapura. kalo ada pls sms ke no 081344400323. makasih

●Hartinah● on 1 November 2009 11.52 mengatakan...

berkunjung lagii :)

mudah-mudahan obsesinya bisa tercapai,

asal jangan menyerah kayak lagunya d'massive , huehehehe gk nyambung jadinya nih..

yasud, keep blogging y!

belajar bisnis internet on 28 Februari 2010 14.59 mengatakan...

Panden sampeyan nyopet mulai th piro, Cak?

nowGoogle.com Adalah Multiple Search Engine Popular on 11 Maret 2010 10.18 mengatakan...

cerita yang bagus

Posting Komentar

[ Full Page Comment Form ]

Maaf... karena banyak SPAMMER, terpaksa saya mengaktifkan MODERASI.
Ini adalah DOFOLLOW BLOG, setiap komen yg kamu tinggalkan, akan menjadi BACKLINK buat URL yg kamu sertakan, so... tinggalkan komen yg sesuai dengan TEMA, jangan NYEPAM..!!
Gunakan Name/URL biar lebih efektif. Jangan lupa pake http:// biar ndak BROKEN LINK.
Komentar APAPUN asal sopan dan punya aturan, PASTI saya terbitkan, KECUALI yg menyertakan LINK, akan langsung saya DELETE..!!

Back to TOP

 

Be A Great Person Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template