Sabtu, Desember 05, 2009

Tentang Puisi Dan Cara-Cara Penulisannya

Parade Puisi Cinta yg di persembahkan oleh Pakde Cholik, ternyata berdampak sangat besar pada kemajuan kreatifitas menulis Blogger Indonesia khususnya menulis bait-bait puisi. Hal tersebut membuat saya tergugah untuk membagikan sedikit pengetahuan saya tentang puisi dan cara-cara penulisannya.

Apa sih Puisi itu?

Puisi adalah rangkaian atau susunan kata yg indah, bermakna, dan memiliki aturan serta unsur-unsur bunyi.

Bagaimana menciptakan sebuah puisi yg indah?

Menulis puisi biasanya dijadikan media untuk mencurahkan perasaan, pikiran, pengalaman, dan kesan terhadap suatu masalah, kejadian, dan kenyataan di sekitar kita.
Nah langkah-langkah penciptaan puisi itu sendiri terdiri atas empat tahap penting, yaitu :
  1. PENCARIAN IDE, dilakukan dengan mengumpulkan atau menggali informasi melalui membaca, melihat, dan merasakan terhadap kejadian/peristiwa dan pengalaman pribadi, sosial masyarakat, ataupun universal (kemanusiaan dan ketuhanan).
  2. PERENUNGAN, yakni memilih atau menyaring informasi (masalah, tema, ide, gagasan) yg menarik dari tema yg didapat. Kemudian memikirkan, merenungkan, dan menafsirkan sesuai dengan konteks, tujuan, dan pengetahuan yg dimiliki.
  3. PENULISAN, merupakan proses yg paling genting dan rumit. Penulisan ini mengerahkan energi kreatifitas (kemampuan daya cipta), intuisi, dan imajinasi (peka rasa dan cerdas membayangkan), serta pengalaman dan pengetahuan. Untuk itulah, tahap penulisan hendaknya mencari dan menemukan kata ataupun kalimat yg tepat, singkat, padat, indah, dan mengesankan. Hasilnya kata-kata tersebut menjadi bermakna, terbentuk, tersusun, dan terbaca sebagai puisi.
  4. PERBAIKAN atau REVISI, yaitu pembacaan ulang terhadap puisi yg telah diciptakan. Ketelitian dan kejelian untuk mengoreksi rangkaian kata, kalimat, baris, bait, sangat dibutuhkan. Kemudian, mengubah, mengganti, atau menyusun kembali setiap kata atau kalimat yg tidak atau kurang tepat. Oleh karena itu, proses revisi atau perbaikan ini terkadang memakan waktu yg cukup lama hingga puisi tersebut telah dianggap ''menjadi'' tidak lagi dapat diubah atau diperbaiki lagi oleh penulisnya.
Baiklah... sekarang akan saya jelaskan satu persatu secara rinci.
Dalam menulis puisi, yg pertama-tama dilakukan adalah menentukan tema. Tema adalah pokok persoalan yg akan dikemukakan dalam puisi tersebut.
Nah... jika sudah menemukan dan menentukan tema yg akan ditulis menjadi puisi, kita perlu mengembangkan tema itu.

Hal-hal apa yg akan dikemukakan dalan puisi?

Hal-hal yg akan dikemukakan dalam puisi itu dapat dicari melalui pemikiran atau pengamatan. Secara mudah, misalnya kita akan menulis puisi yg berhubungan dengan kehidupan seorang sahabat yg sedang patah semangat karena menderita suatu penyakit.
Setelah menentukan masalah tema tersebut kita akan melakukan pengamatan di lapangan tentang kehidupan sang obyek. Dan dari hasil pengamatan itulah kemudian dipilih lalu ditentukan mana-mana yg akan diungkapkan dalam puisi.

Dalam mengungkapkan kata-kata ke bentuk puisi diperlukan pemilihan kata-kata yg tepat, bukan hanya tepat maknanya melainkan juga harus tepat bunyi-bunyinya. Penyusunan kata-kata itu harus sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan estetis (indah). Selain itu, pendaya-gunaan majas dan personifikasi harus diperhatikan agar puisi yg dibuat semakin bagus.
Menulis puisi sangat bertolak-belakang dengan menulis artikel. Kalo dalam penulisan artikel, kita di tuntut untuk menggunakan kata yg tegas dan tidak berbelit-belit, maka dalam penulisan puisi adalah justru sebaliknya. Kita dituntut untuk pandai meng-improvisasikan sebuah keadaan menjadi rangkaian kata-kata yg enak dibaca dan penuh dengan makna tersembunyi.

Saya kasih contoh misalnya keadaannya seperti ini :

ketika saya duduk-duduk di taman, saya melihat seekor kucing sedang makan tikus dengan sangat rakus, sehingga menimbulkan bunyi kriuk-kriuk yg begitu menjijikkan.

Maka kalo keadaan itu diterjemahkan ke dalam satu bentuk puisi akan menjadi seperti ini :

lihatlah...
kucing jantan sedang asyik mencumbu kepala tikus...


Penjelasan :
- mengapa kita harus memilih kata lihatlah... bukan ku lihat...?
Dalam konteks ini tujuan kita adalah mencoba mengajak pembaca untuk ikut merasakan apa yg sedang kita rasakan. Lha kalo kita memilih kata ku lihat... maka berarti kalimat tersebut hanya ditujukan untuk diri kita sendiri, bukan untuk pembacanya.
- mengapa kita harus memilih kucing jantan bukan kucing betina atau kucing saja?
Tujuannya disini adalah sebagai penegasan untuk memperkuat makna, sebab kata jantan itu sendiri sudah memiliki makna kuat, garang, ganas dsb. Kalo kita hanya memakai kata kucing saja, kalimat tersebut akan menjadi kurang tegas, terlebih kalo kita memilih kata kucing betina. Itu justru akan membuat lemah makna yg terkandung.
- lalu mengapa kita harus memilih kata mencumbu bukan memakan?
Tujuannya adalah untuk memperluas makna, kalo kita pilih memakan paling pembaca mikirnya gini, halah cuma gitu doang, memasukkan makanan ke dalam mulut. Akan sangat jauh berbeda dengan ketika kita memilih kata mencumbu. Pembaca akan mendapatkan banyak imajinasi dari pemakaian kata mencumbu disini. Bisa diartikan memeluk, menciumi, menjilati, melumat dsb.
- sedangkan kata kepala tikus, disini berfungsi untuk memfokuskan perhatian. Kalo kita memilih kata perut tikus, maka perhatian pembaca akan melebar kemana-mana, karena di dalam perut yg begitu empuk terdapat isi yg tentu saja itu ikut termakan dan dipilah-pilah lagi oleh si kucing. Sangat berbeda ketika kita memilih kata kepala tikus. Kepala tikus mengandung makna bahwa tikus yg dimakan itu hanya satu. Selain itu, kata tersebut akan membuat pembaca berimajinasi begini, betapa gemeretaknya ketika gigi-gigi kucing itu sedang beradu dengan tempurung kepala tikus yg begitu keras. Pastilah liur si kucing sampai berceceran dan tentu saja itu sangat sangat menjijikkan.
Dan dari imajinasi pembaca tersebut kita akan sangat mudah dalam memilih kalimat selanjutnya, satu contoh kelanjutannya adalah seperti ini :

lihatlah...
kucing jantan sedang asyik mencumbu kepala tikus...
liurnyapun menetes menimpa rumput lalu membusuk...
hangus..!
dan seiring taring kucing runcing gemerincing...
dst....


Nah... teman-teman sekalian demikianlah kiranya sedikit penjelasan tentang puisi dan cara-cara penulisannya dari saya.
Untuk melihat contoh puisi yg telah saya buat, silakan dibaca dan dimaknai postingan saya yg ini Sahabat, Andai Aku Adalah Engkau.

Oke kalo gitu saya pamit sekarang semoga ini semua bisa bermanfaat, sampai jumpa di postingan saya berikutnya.

Keep spirit and Be A Great Person..!Share/Save/Bookmark Subscribe



Related Posts :



57 komentar:

-Gek- on 5 Desember 2009 12.12 mengatakan...

Hai Mas.
Apa kabr, aku spam dulu kaplingan sebelum komen, xixiix

-Gek- on 5 Desember 2009 12.13 mengatakan...

Sipp. Ajib Mas..
Tapi saya lebih suka muter-muter, biar seirama a-b a-b
atau aa - bb
atau abcd - abcd

(buat puisi apa ujian yak??)

*Kabur*

Vicky Laurentina on 5 Desember 2009 12.19 mengatakan...

Bengong.. Kok saya nggak pernah bisa bikin puisi ya cuma dengan melihat kucing makan tikus? Kapan-kapan mau coba ah.. "Kuda Lumping Makan Beling"..

ateh75 on 5 Desember 2009 12.23 mengatakan...

Info yang TOP banget kang ,saya menulis puisi tanpa metode yang sebenarnya.Karena keterbatasan pengetahuan tentang menulis ,jadi mengalir gitu saja.

Aku akan mengingatnya dan saya save ,makasih ya kang atas infonya.

Clara on 5 Desember 2009 12.46 mengatakan...

wah info buat bikin puisi,
aku paling susah ngungkapin dalam bentuk puisi
suka malu sendiri XD

a-chen on 5 Desember 2009 12.52 mengatakan...

wooooowwww, mantab! thenkyu kang....

Munir Ardi on 5 Desember 2009 13.18 mengatakan...

saya baru tahu nih kang ternyata ada metodenya selama ini nulis sekenanya saja dari hati

vie_three on 5 Desember 2009 13.51 mengatakan...

kang.... kang sugeng belum ngambil award spongebob di tempatku yak..... ^^

ehem2, puisi yak..... aq udah sering nyoba buat puisi tapi ternyata kadang gak berhasil, lebih gampangan buat cerita..... wkwkwkwkwkwk

Fajar on 5 Desember 2009 14.26 mengatakan...

he..he..he...aku ndak bisa je mas...merangkai kata-kata...

Seti@wan Dirgant@Ra on 5 Desember 2009 15.15 mengatakan...

Lengkap banget nih tips nulis puisinya.
Saya selama ini cuman nulis doang saja apa yang keluar dalam pikiran.
makasih kang.

iskandaria on 5 Desember 2009 16.07 mengatakan...

Tipsnya bagus banget buat yang suka nulis puisi. Semoga banyak dibaca oleh yang memang berminat deh. Kalo saya mungkin cenderung lebih ke tulisan berjenis opini atau review. Salam kenal.

suwung on 5 Desember 2009 17.08 mengatakan...

kok kalo diriku beda dikit eh banyak ya?
pengen nulis ya nulis aja... hehehehe dasar soewoeng!!!!!

anindyarahadi on 5 Desember 2009 17.14 mengatakan...

kang makasih ya atas sarannya mengikuti lomba puisi itu... saya ngga pernah ikut lomba puisi macam apapun.. cuma ditulis pas kepengen aja di blog. panduannya keren nih..

hehe, mungkin kekurangan saya adalah ngga mau ikut aturan dalam menulis.jadi acak-kadut semua.. hihi

annie on 5 Desember 2009 19.08 mengatakan...

wah info berharga nih .... terima kasih, Kang. Selama ini saya nulis puisi gak ikut aturan baku, nulis ya nulis aja gitu hehe ...
Mau kan akang ngomentarin puisi saya? dimana letak kekuarangannya? hihi maksa...! Setelah itu silakan ambil award di postingan sesudahnya.
Terima kasih banyak lho

annie on 5 Desember 2009 19.35 mengatakan...

kok susah masuk yaa?

Info menarik nih... selama ini aya nulis puisi ya gitu gitu aja. Ada masukan buat puisi saya?
Ohya ada award buat akang, diambil yaa

Zahra Lathifa on 5 Desember 2009 20.23 mengatakan...

saya nulis puisinya suka spontan kang, makanya ga pernah jadi puisi yang indah, dalem n susah ditebak maknanya...hehe
puisi saya cuma standar2 aja, tapi saya suka puisi apalagi diberi puisi..:D

Agung Aritanto on 5 Desember 2009 23.20 mengatakan...

cukup simpel sih cuma 4 elemen aja tapi prakteknya susah banget nih saya masih ga ngerti bikin puisi yang baik dan benar saya pengen bisa soalnya banyak wanita yang suka puisi jadi bisa digunain sebagai media pdkt

Agung Aritanto on 5 Desember 2009 23.25 mengatakan...

cukup simpel sih cuma 4 elemen aja tapi prakteknya susah banget nih saya masih ga ngerti bikin puisi yang baik dan benar saya pengen bisa soalnya banyak wanita yang suka puisi jadi bisa digunain sebagai media pdkt

Agung Aritanto on 5 Desember 2009 23.25 mengatakan...

cukup simpel sih cuma 4 elemen aja tapi prakteknya susah banget nih saya masih ga ngerti bikin puisi yang baik dan benar saya pengen bisa soalnya banyak wanita yang suka puisi jadi bisa digunain sebagai media pdkt

AlvienRizki on 6 Desember 2009 06.49 mengatakan...

langsung praktek akh... coba coba dulu,,, huewweeeee

JHONI on 6 Desember 2009 08.16 mengatakan...

waduh puisi ni?!?!?!?.........coba saya kenal kang sugeng dari sd kali nilai bhs indonesia saya lebih baik ya.........soalnya saya kacau banget kalo disuruh bikin puisi..........wkwkwkwkwkw

Ivan@mobii on 6 Desember 2009 10.19 mengatakan...

Panjang benerr artikelx... Nice post bt org yg hoby bt puisi. Ak g trlalu bisa. :) *tepukbahu*

dasir on 6 Desember 2009 10.45 mengatakan...

Dasir nulis puisi ga pake aturan itu pak sugeng. Asal nulis, biar mirip dibuat 4 baris2, udah dei jadi. Hihihi
Salam, thx berat ilmunya kang. Lengkap, lugas dan tegas serta terpercaya. Be smarted be informated (baddingnya metro tv)nyontek

ichaelmago on 6 Desember 2009 13.50 mengatakan...

berkunjung sore-sore :D

Kang Sugeng on 6 Desember 2009 14.27 mengatakan...

@-Gek- : hahaha... ndak capek apa ya Gek muter-muter terus
@Vicky Laurentina :...hahaha blh juga tu Non "Kuda Lumping Makan Beling"
@ateh75 :...yup sama2 Teh
@Clara :...kenapa musti malu sih Non
@a-chen :...you wecome
@Munir Ardi :...iya bang ada
@vie_three :...wkwkwkwkwkwk iya lupa maap
@Fajar :...
Belajar dong Mas
@Seti@wan Dirgant@Ra :...iya ama-sama Bang.
@iskandaria :...yup salam kenal juga Mas, makasih.
@suwung :...hehehehe dasar soewoeng!!!!!
@anindyarahadi :...iya sama2 saya juga makasih atas visitnya, hehehee
@annie :...sip sudah saya ambil, makasih Ani
@Zahra Lathifa :...yup semua wanita pasti suka diberi puisi..
@Agung Aritanto :...hahaha betul itu Mas, bisa digunakan sebagai media pdkt
@AlvienRizki :...monggo silakan Mas
@JHONI :...hahaha emang nilai bhs indonesia kang jhoni berapa?
@Ivan@mobii :...kenapa pake tepuk bahu segala Van?
@dasir :...ya harus pake aturan dong Mas.

Kang Sugeng on 6 Desember 2009 14.29 mengatakan...

@ichaelmago : berkunjung doang tanpa baca???

ninneta on 6 Desember 2009 14.43 mengatakan...

aku pengen banget deh bisa bikin puisi.. tapi nggak pernah indah jadinya puisisnya... payah ah deh aku.... makasih ya tips nya kang... semoga bisa tambah pinter ber-puisi

nakjaDimande on 6 Desember 2009 16.58 mengatakan...

hwaa.. pakde harusnya milih kang sugeng jadi juri puisi! boleh ikutan belajar disini ya kang..

Munir Ardi on 6 Desember 2009 19.14 mengatakan...

ijin sahabat baca lagi postingannya supaya tersimpan di otak dan di hati

xitalho on 6 Desember 2009 20.58 mengatakan...

Wuih..mantep tenaaan... Nice tips kang.

Saya sendiri sukanya nulis essay bebas sebebasnya hahahaha...

BTW trims berat atas masukkannya yang sangat membangun di blog saya....

Oke kang saya langsung follow blog sampeyan.

suwung on 7 Desember 2009 09.28 mengatakan...

wekekeke asyik diriku di dasar dasarin sip
mwah deh

masichang on 7 Desember 2009 10.15 mengatakan...

wah tak disangka kang sugeng ternyata berhati roman...kekekke
ahli puisi juga... muangtabs....

mocca_chi on 7 Desember 2009 11.49 mengatakan...

bru aku lihat ada teori membuat puisi, dan ak biasanya bikin puisi ga ada teori,asal bikin aja makanya jelek dan hahaha...

ajeng on 7 Desember 2009 13.21 mengatakan...

Waaaah..serasa duduk dibangku dg guru Bahasa dan sastra sedang menjelaskan teori puisi mas..

manshurzikri on 7 Desember 2009 13.43 mengatakan...

buseeeeeeeeeet!!!
tengkyu bgt, Bos!
tulisannya benar-benar meberi informasi,,
ternyata begitu cara menulis puisi,,
gue salut bgt: kalimat yg terdiri dari 3 baris, bisa menjadi sedikit klmt yg lugas, padat, indah, dan penuh makna..

"lihatlah...
kucing jantan sedang asyik mencumbu kepala tikus..."

TOP BANGEEEEEEEEEEEEET!!! (serius deh! gue g boong!)

:)

manshurzikri on 7 Desember 2009 13.44 mengatakan...

oiy, blog ny gue masukin ke daftar tautan gue ya,,
heheheh
:)

almauki on 7 Desember 2009 14.26 mengatakan...

wah, tulisannya bagus, sangat memberi pencerahan..
tapi klo masalah aturan bunyi(rima), pada puisi-puisi sekarang sepertinya tidak terlalu diperhatikan.

-Gek- on 7 Desember 2009 15.02 mengatakan...

hola Kang sugeng, sakit apa tah??
Kalo mau tau cara ikutan lomba, klik aja "Blackoholiczone" di blog saya, kanan atas. disana ada klik Djarum Black Blog Competition Volume 2. Langsung ke TKP ya, Kang!
Sukses!
;)

neng rara on 7 Desember 2009 15.59 mengatakan...

assalamualaikum ..
kang sugeng, sy suka penjelasannya.
sy nulis pusisi suka ga beraturan, ini bener-bener mengingatkan saya kang..hihih
salam

Reni on 7 Desember 2009 16.45 mengatakan...

Wah.., ternyata ada 'teori'nya agar bisa membuat puisi yg indah ya...
Makasih infonya... Selama ini aku selalu merasa kesulitan kalau mau buat puisi, karena selalu terkesan 'dangkal'.
Kapan-2 mau dipraktekkan ah... Thanks..

Reni on 7 Desember 2009 16.45 mengatakan...

Ups... ada yg kelupaan. Mau kasih tahu, ada award nih Kang... diambil disini http://another-reni.blogspot.com/2009/12/tentang-kasih-sayang.html
Oke... aku tunggu....

dwina on 7 Desember 2009 19.54 mengatakan...

kang sugeng makin great, bravo.... selamet yah mas
menurutku puisi adalah ungkapan hati lewat bahasa yang lebih halus, hmm gak begitu pinter sih berpuisi cuma suka menulis kata2 indah. kerasa ada spirit baru setiap kali bisa menulis kan apalg kalo ada yang mengirim puisi buat aku.
hayoooo kapan nih mo ngirim hehehheheh

RanggaGoBloG on 7 Desember 2009 22.33 mengatakan...

weleh.. kalo saya mah puisi tidak bisa dipaksa... harus mengalir dengan sendirinya... kalo dipaksa... bisa setengah bulan saya membuat satu bait puisi... hihihihihi...

secangkir teh dan sekerat roti on 7 Desember 2009 22.57 mengatakan...

bagi saya, puisi itu bebas, abstrak pun tak masalah... yang penting tidak lebai..!

mira on 7 Desember 2009 23.29 mengatakan...

weleh, aku bego banget urusan perpuisian. ada tips nya itu, boleh dicoba. he3.. mudah2an bisa.

ninneta on 7 Desember 2009 23.48 mengatakan...

akhirnya bisa follow... walaupun no 101... huhuhu... emang dari kemaren susyah bangetttt.....

ninneta on 8 Desember 2009 00.51 mengatakan...

kang, ambil award di rumahku yah kang.....

Joddie on 8 Desember 2009 11.27 mengatakan...

makasih pelajarannya bang, aku butuh nih.. thanks yah..

manshurzikri on 8 Desember 2009 19.55 mengatakan...

postinga terbarunya mana nih, Bos???
di tunggu yah..
hehehe
:)

Zippy on 8 Desember 2009 22.34 mengatakan...

Kalo denger yang namnay puisi, gue jadi tertarik deh bang...
Cuma kalo disuruh buat, nyerah duluan deh...
Gak ada bakat sih :D

nowGoogle.com adalah Multiple Search Engine Popular on 8 Maret 2010 15.02 mengatakan...

kalau saya gak begitu bisa membuat kata-kata yg puitis, kalaupun menikmati juga dalam bentuk puisi yg sederhana...

hosting profesional indonesia yang murah on 30 Juli 2010 14.33 mengatakan...

oo begitu ya, nice tips kang buat puisinya... :)

Travel Jakarta Bandung on 5 Agustus 2010 23.17 mengatakan...

artikel yg menarik, thanks

muse_sic (mushthofa achmad) on 24 Juli 2011 15.30 mengatakan...

tips yang mencerahkan

http://mushthofaachmad.blogspot.com/

Marsella Azuela on 27 Agustus 2011 22.52 mengatakan...

Makasih! Sangat membantu XD

Bang Fani on 12 September 2011 21.34 mengatakan...

kalo lg bingung bikin postingan saya jg biasanya iseng2 bikin puisi..meski gak bagus2 banget lumayan buat refresh hati and refresh otak..hehe

Anonim mengatakan...

sep!!
keren.
lumayan nambah ilmu ;)

Posting Komentar

[ Full Page Comment Form ]

Maaf... karena banyak SPAMMER, terpaksa saya mengaktifkan MODERASI.
Ini adalah DOFOLLOW BLOG, setiap komen yg kamu tinggalkan, akan menjadi BACKLINK buat URL yg kamu sertakan, so... tinggalkan komen yg sesuai dengan TEMA, jangan NYEPAM..!!
Gunakan Name/URL biar lebih efektif. Jangan lupa pake http:// biar ndak BROKEN LINK.
Komentar APAPUN asal sopan dan punya aturan, PASTI saya terbitkan, KECUALI yg menyertakan LINK, akan langsung saya DELETE..!!

Back to TOP

 

Be A Great Person Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template