Kamis, Agustus 20, 2009

Seorang Ayah Dan Putri Tercintanya

Coba tebak, yg mana yg menurut kalian, itu adalah anak Sang Mantan Copet??


Seorang Ayah yg dikaruniai anak perempuan seperti saya ini, seringkali menemui kesulitan ketika harus berhadapan dengan si buah hati. Perlu ada pemahaman khusus agar saya mampu menanganinya selama masa perkembangan. Bagi Ibunya, memahami anak perempuan mungkin terasa lebih mudah, sebab si Ibu pernah mengalami masa perkembangan yg sama. Lebih sensitif ketika berteman, bergaya dengan pakaian dan rambut hingga dalam hal menyukai laki-laki. Sementara itu, figur seorang Ayah diidentikkan dengan 'pengawas rumah' karena dia berperan sebagai kepala rumah tangga. Kadang sikap otoriternya dinilai mengganggu bagi anak perempuan yg beranjak remaja.
Bahkan suatu ketika, seorang Ayah sempat bingung ketika tahu bahwa bayinya berjenis kelamin perempuan. Bukan karena ndak suka anak perempuan, tapi lebih disebabkan karena bingung momongnya.
Ketika gadis ciliknya menginjak usia remaja, kebingungan itu kian kuat. Putri tercinta itu pernah memintanya untuk, tidak terlalu ketat mengawasinya. Seorang Ayah memang terbiasa menginterogasi soal ini itu dan mengantar-jemput kemanapun dia pergi. Sikap overprotective itu saya rasa wajar karena naluri saya sebagai seorang Ayah dari anak perempuan.
Semua juga tau bahwa perempuan memang berhati lembut, jadi perlu pendekatan berbeda, dibandingkan dengan anak laki-lakinya. Jika ada masalah di sekolah atau pergaulan, perlu dijelaskan dengan kata-kata lembut. Emosi ketika menjelang menstruasi juga lebih sensitif, jadi harus berhati-hati. Seorang ayah harus lebih menyukai sikap terbuka, jadi dia berusaha menjadi teman bagi anak-anaknya. Konflik kecil antara ayah dan anak tentu pernah terjadi selama berinteraksi di rumah. Setiap hari menjadi pengalaman belajar bagi mereka berdua untuk menemukan harmonisasi.

Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa menjadi cermin bagi kaum lelaki yg bingung menghadapi si putri tersayangnya :

1. Sudah menjadi naluri laki-laki untuk melindungi orang yg disayanginya. Perasaan ini lebih kuat lagi ketika berhadapan dengan anak perempuan.
Jangan berlebihan, karena melindungi juga berarti harus mampu membawa diri kita sendiri. Kita ndak perlu lagi mondar mandir di teras menunggu anak perempuannya pulang dari belajar kelompok atau saat kencan dengan kekasihnya. Kalau ada hal yg ndak kita sukai terjadi padanya, lebih baik tidak bersikap agresif. Tahan diri hingga kita tahu duduk persoalan yg sebenarnya.

2. Kenalkan dia pada sosok yg tegas. Ia juga patut memperoleh gambaran seseorang yg kuat dan tegas untuk mencapai kesuksesannya sendiri. Entah itu guru olah raga atau pelatih pramukanya di sekolah.

3. Pada dasarnya semua perempuan itu sama. Apa yg terjadi pada mereka bisa juga terjadi pada anak perempuan kita.
Perempuan masih menjadi sosok seksi dan menghibur buat kaum lelaki. Jadi ingat, pelecehan seksual dan kekerasan, bisa saja terjadi pada anak kita.
Hormati semua perempuan seperti kita menghargai anak perempuan kita sendiri.

4. Katakan bahwa menjadi sempurna itu sesungguhnya cuma mitos. Sebab ndak ada sosok yg sempurna di dunia ini. Hargai dia meski itu hanya minta pendapat tentang gaya poninya, kuncir kudanya atau kepangan rambutnya. Biarkan dia merasa cantik.

5. Bantu dia berdandan, maka dia akan menyukai dan menghormati kita.
Saat kecil boleh saja kita mencoba membantu merapikan rambutnya.
Saat remaja, memilihkan baju. Dan ketika beranjak dewasa, beri pengertian tentang cara berpenampilan yg sopan.

6. Komunikasi terbuka. Dia tidak ingin kita memperbaiki segala masalah yg terjadi pada kehidupannya. Dia lebih suka jika kita menjadi pendengar dan membiarkan dia belajar mencari solusi sendiri. Tetap jaga komunikasi terbuka, penuh kesabaran, dan keinginan sebagai prioritas.

7. Membantu anak perempuan memasuki masa pubertas menjadi dewasa, menantang emosi seorang ayah. Bantu dia memahami mengapa kita agak gugup mengenai hubungannya dengan seorang lelaki. Beri pengertian apa yg terjadi dengan tubuh, emosi, dan hormon mereka.

Itulah kawan.. beberapa hal yg mungkin bisa kita jadikan cermin, ketika kita bingung menghadapi Sang Putri Tersayang.
Semoga ini semua dapat kita manfaatkan dengan baik, amin.#Share/Save/Bookmark Subscribe



Related Posts :



30 komentar:

Zippy on 20 Agustus 2009 18.38 mengatakan...

Belum punya anak ni bang, hehehehe....
Tapi mantep nih, bisa jadi pelajaran penting bwt esok kalo udah ada anak, hihihi... :D

Itik Bali on 20 Agustus 2009 19.10 mengatakan...

Halo mas Sugeng,
wah anaknya cantik banget, kaya akyu..he..he
Judul artikel saya sih bebas..
bukan untuk ikutan kontes
kebetulan sama dengan mbak Fanda
belum mikir buat ikutan kontes kecuali kontes kecantikan atau miss universe gitu he..he
becanda mas..

Nanti mungkinlah mau ikutan..

YolizZ on 20 Agustus 2009 20.01 mengatakan...

waduuhh.. mas sugeng bener2 ayah yang baik yaahh...

anaknya yg mana tuh mas?! hihi.. lucu semua tuuhh :)

Blog GABUS on 20 Agustus 2009 20.13 mengatakan...

Wah, ntar aku mau jadi ayah yang gimana ya kalau menghadapi anak kesayangannya?

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS on 20 Agustus 2009 20.15 mengatakan...

Kalau menurut saya ( dari hasil pengamatan gambar diatas ), anak mantan copet yang... ah, takut deh!

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS on 20 Agustus 2009 20.16 mengatakan...

Kayak'e memang sulit ya ngurus anak...hehehe

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

JHONI on 20 Agustus 2009 20.47 mengatakan...

wah jangan2 ketiga-tiganya anak kang sugeng nih???? hehehehe.......

yah benar juga kang dalam keluarga sangat berbeda antara ditakuti dan dihormati.....dan kita bisa memilih untuk jadi yang mana!!!

Blog GABUS on 20 Agustus 2009 21.25 mengatakan...

Kalau boleh tahu, anak bapak yang di gambar itu ( entah yang mana ) umur berapa?

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Blog GABUS on 20 Agustus 2009 21.25 mengatakan...

Saya baru tahu kalau disini spammer difasilitasi..hebat siip!

Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

Anazkia on 20 Agustus 2009 21.49 mengatakan...

Mas Sugeng, anakanya yang mana yah...??? hehehe bingung. Cantik, seperti ibunya tentunya. Kalau lelaki, Insya Allah seperti ayahnya.

Mas Sugeng, ko mas Rio gak ke rumah saya yah?

riosisemut on 21 Agustus 2009 00.14 mengatakan...

Kalo menurut aku, orang yg paling disayang itu pasti di tempatkan di tengah-tengan yg lainnya, so anaknya Mas Sugeng itu pasti yg ditengah, betul gak Mas??

riosisemut on 21 Agustus 2009 00.16 mengatakan...

@anaz : maafin sahabat imutmu ini ya, abis... blog kamu susah buanget dibukanya.

Pasang Iklan Gratis on 21 Agustus 2009 01.55 mengatakan...

bener banget....mendidik anak itu extra hati2, apa lagi anak permpuan....yang maunya ini dan itu, mengikuti perkembangan zaman.....makasih ilmu mendidik anaknya ya pak ^_^

kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

Lita Alifah on 21 Agustus 2009 02.02 mengatakan...

yuhu pak...mendidik anak emang susah2 gampang, namanya juga anak2 pak...keinginannnya harus di turuti. aku punya solusi pak hehehehe

usia anak sejak dini itu "perlu ada pemahaman khusus agar saya mampu menanganinya selama masa perkembangan. ", agar anak itu cerdas, karena masih masa perkembangan pak. si anak di biasakan membaca, ada buku2 anak yang enak untuk di baca, dan anak2 pun menyenangi, karena banyak gambar dan warna.....

Newsoul on 21 Agustus 2009 07.59 mengatakan...

Putrinya cantik ya. Nice tips. Apalagi dibuat berdarakan pengamatan dan pengalaman dan sendiri, mantap. Terimakasih sudah mmebaginya disini.

Linda Belle on 21 Agustus 2009 08.33 mengatakan...

hahaha
aku blom punya anak tp kadang suka dengerin kakak cerita ttg anak2nya...
memang rada susah kalo punya anak cewek apalg kalo udh abg, teenager itu susah sekali dikasitau hrs ada metode2 yg bagus utk itu heheh

Tukang Komen on 21 Agustus 2009 08.40 mengatakan...

Mendidik anak memang membutuhkan energi yang besar ya mas, bukan hanya materi yang harus kita penuhi, rasa kasih sayang dan perhatian, pendekatan emosi memang sangat perlu ditunjukkan seorang figur orang tua yang dihormati oleh anak.

yanuar catur rastafara on 21 Agustus 2009 09.37 mengatakan...

kalau ntar aku punya anak cewek
pasti kulindungi dia
jangan sampai ke bawa arus jaman sekarang
hahahahahhahaha

Sendal paling ganteng on 21 Agustus 2009 09.47 mengatakan...

karena belum nikah n punya anak jadi ga bisa ikutan komentar. salam kenal aja

mantan copet on 21 Agustus 2009 10.07 mengatakan...

@sandal jepit : ndak papa Mas, salam kenal balik dari saya.
Trimakasih sampun mampir.
@yanuar : ngomong itu memang gampang Mas Yan, tapi prakteknya nanti yg susah
@tukang komen : betul sekali itu Kang, maturnuwun atas tambahan tipsnya
@linda belle : yak, bener Jeng Linda, usia remaja itu perlu metode khusus buat ngadepinnya
@mbak ely : sama-sama mbak, trimakasih kembali sudah mau mampir
@lita alifiah : wuaaaaaa.... maturnuwun buanget Mbak, sudah mau berbagi pengalaman dengan saya. Pasti nanti iv akan saya terapkan
@iklan gratis : trimakasih kembali kawan
@riosisemut : mas rio pinter buanget, betul sekali Mas, anak saya yg tengah.
@anazkia : iya Mbak Anaz dia cantik seperti ibunya
@blog gabus : trimakasih mas fauzan sudah mau nyepam disini juga
@jhoni : yg tengah aja Kang, kalo saya lebih milih untuk di segani saja Kang, hehe...
@yoliz : Insya Alloh, amin Mbak, semoga saya bisa mdenjai ayah yg baik.
@itik bali : hahaha... mbak Ayu ini paling bisa membuat saya tertawa ngakak.
Mbak Ayu emang cantik kayak bintang iklan ponds
@zippy : ndak papa Mas, nanti suatu saat pasti bisa dipraktekkan.

isti on 21 Agustus 2009 11.41 mengatakan...

berubah menjadi labih baik hal yg perlu dicontoh... salam kenal

vie_three on 21 Agustus 2009 14.00 mengatakan...

hmmm pas pertama liat aq merasa anaknya yg tengah, hehehehehehe dan ternyata bener.... huwakakakakakak

udah mas, ntar juga bisa kok mas sugeng jadi ayah yg baek... kayak bapakku bis amomong aq sbg anak ceweknya yg paling imut dan mungil..... jaaahhh

cebong ipiet on 21 Agustus 2009 17.19 mengatakan...

hehhehehe matur nuwun kang, persiapa kalo pny anak..walaah nikah nya aja belum

dasir on 22 Agustus 2009 00.48 mengatakan...

Selamat malam pak,,terimakasih atas kunjungannya ke gubuk reotku..mendidik anak..?ehmm..aku masih bujang..siapa yang mau*weleh,malah promosi*

dasir on 22 Agustus 2009 00.49 mengatakan...

Selamat malam pak,,terimakasih atas kunjungannya ke gubuk reotku..mendidik anak..?ehmm..aku masih bujang..siapa yang mau*weleh,malah promosi*

genial on 22 Agustus 2009 01.20 mengatakan...

wewww.. sepertinya masih lama saiia baru akan merambah dunia 'peranak-anakan' satu ini.. hehehee... jadi tau nii musti gmn nantinya... hehehe.. met puasa iia kang ;)

BrenciA on 22 Agustus 2009 04.28 mengatakan...

maksih ini infonya... jadi bisa persiapan kalo punya anak perempuan.

BambangOke on 22 Agustus 2009 12.08 mengatakan...

Teman-teman, ada sebuah kisah nyata seorang teman saya yang mudah-mudahan bisa memotivasi kita untuk leih baik, kerasnya kehidupan tak membuat dia patah semangat. Silahkan dibaca dan berikan pendapat anda di kotak komentar http://www.bambangoke.com/2009/08/berusaha-bekerja-dan-berdoa.html

reni on 22 Agustus 2009 23.46 mengatakan...

Wah.. bagus juga niy pelajaran yg tersaji disini..
Aduh.., itu foto anak-2 yg imut banget... Mana ya anaknya mas Sugeng... ?? Penasaran euy... ^_^

Lee Choo on 25 September 2009 19.56 mengatakan...

pelajaran yg bagus kelak jika saya sudah menjadi seorang ayah.. =) hmm.. tp kpn yahhh hehehe..

btw, salam kenal,
kita tukeran blog yuk! =)

Posting Komentar

[ Full Page Comment Form ]

Maaf... karena banyak SPAMMER, terpaksa saya mengaktifkan MODERASI.
Ini adalah DOFOLLOW BLOG, setiap komen yg kamu tinggalkan, akan menjadi BACKLINK buat URL yg kamu sertakan, so... tinggalkan komen yg sesuai dengan TEMA, jangan NYEPAM..!!
Gunakan Name/URL biar lebih efektif. Jangan lupa pake http:// biar ndak BROKEN LINK.
Komentar APAPUN asal sopan dan punya aturan, PASTI saya terbitkan, KECUALI yg menyertakan LINK, akan langsung saya DELETE..!!

Back to TOP

 

Be A Great Person Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template