Minggu, November 15, 2009

Diary Seorang Mantan Copet Bungurasih

mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendengMaaf... bukan maksud saya ingin kembali tenggelam ke dalam masa lalu yg memang sedikit kurang menyenangkan, tapi semua ini terjadi begitu saja tanpa saya mau. Jemari tangan ini serentak menari menorehkan barisan kata, ketika pagi ini, diantara buku-buku usang di dalam kardus itu, saya temukan sebuah buku berharga terselip diantaranya.
Buku Diary masa lalu saya.
hmmmm... di setiap lembar buku Diary ini tertulis lengkap sejengkal demi sejengkal langkah-langkah saya menyusuri jalan berbatu yg saya rasakan ndak pernah ada ujungnya dalam hidup ini. Mulai dari ketika saya masih tinggal di desa, mengayuh sepeda butut puluhan kilometer, melewati jalanan tak beraspal, melintasi areal persawahan, menyebrangi sungai kecil, berangkat ke sekolah setelah usai membantu emak menjajakan gorengan di pasar, hingga akhirnya saya berhasil lulus dari SMP itu, dan kemudian pergi merantau ke Surabaya mencari kerja, menjadi kacung seorang pengusaha, bangun sebelum subuh menyapu seluruh halaman rumah, menyiapkan makan buat anjing-anjingnya, memberi makan pada burung-burung piaraannya, lalu mencuci mobilnya, mengelap motor anak-anaknya, baru setelah itu saya berangkat ke sekolah dengan nggandol bis kota ataupun truk-truk pengangkut barang yg kebetulan melintas, semua saya tulis lengkap dalam buku Diary ini.

Entah mengapa, menulis adalah satu kegiatan yg ndak akan pernah dapat di pisahkan dari kehidupan saya. Saya ndak akan pernah bosan dengan aktifitas yg satu ini.
mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendengDulu... setiap apapun yg terjadi dalam keseharian saya, selalu saya abadikan di lembar-lembar Diary ini. Buat saya, Diary ini adalah separuh dari jiwa saya. Apapun pasti akan saya lakukan untuk melindunginya dari jamahan tangan-tangan yg ndak bertanggung-jawab. Bahkan dulu, pernah saya berantem hebat mengadu nyawa hanya gara-gara buku Diary ini dilempar ke dalam tong sampah oleh salah seorang teman saya ketika masih menjadi preman di Bungurasih.


Malam itu... setelah seharian wara-wiri mengikuti laju-laju roda bis kota, ngamen sana ngamen sini, kami semua melepas lelah di sudut utara terminal Bungurasih. Salah satu tempat dimana biasanya kami ngumpul bersama.
mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendeng, mbah gendengSeperti biasa salah satu teman yg biasa kami panggil Hanter (karna wajah dan perawakannya memang mirip sama si Steve McQueen, pemeran utama dalam film The Hunter) mengajak 'acara' yaitu minum-minum, mabok, tapi saya selalu menolak karena memang saya ndak suka minum minuman keras, dan lagian penghasilan saya di hari itu sedang minim, hanya pas buat makan nanti malam dan sarapan besok. Nha kalo uang yg ndak seberapa ini saya ikutkan dalam 'piring terbang' itu, terus nanti saya mau makan apa?? Sayapun menolak ajakan itu secara halus dengan bahasa terminalan yg memang terkesan kasar,
"Sepurane Cak, aku gak oleh duit dino iki, aku gak isok melok urun."
Begitu kalimat yg saya ucapkan waktu itu. Yg intinya saya minta maaf ndak bisa ikut nyumbang, karna memang saya ndak dapat uang hari itu. Tapi rupanya jawaban saya itu ndak membuat si Hanter merasa puas, tapi justru malah membuat dia tersinggung dan marah, ndak percaya lalu menggeledah tas saya yg kebetulan isinya cuma buku dan alat-alat tulis. Karena ndak mau ribut, sayapun membiarkan saja dia melakukan itu, lagian saya juga sudah mencium bau alkohol begitu menyengat keluar lewat deru nafasnya. Tapi tanpa saya sangka dia mulai kelewatan, mengeluarkan buku Diary itu dan memperlihatkannya sama teman-teman sambil mengejek saya. Sayapun berusaha merebutnya kembali tapi dia malah melemparnya ke dalam tong sampah. Ndak bisa saya tahan lagi, amarah sayapun memuncak. Saya hadiahkan dia satu bogem mentah tepat di bagian mukanya, dan Hanterpun lalu membalasnya, hingga perkelahian itupun ndak bisa dihindarkan lagi. Saya benar-benar tersinggung waktu itu. Kalo saja dia hanya mengolok-olok saya karena masih suka membawa-bawa buku Diary, saya ndak akan pernah tersinggung. Tapi dia kemudian membaca isinya keras-keras sampai teman-teman yg lain mentertawakan saya. Lalu kemudian, ketika Diary itu saya rebut, malah dibuangnya ke dalam tong sampah. Siapa yg ndak marah cobak?? Duel hebatpun ndak terelakkan lagi, saling pukul, saling tonjok, saling cekik hingga akhirnya kami di lerai teman-teman setelah sama-sama bonyok dan mengeluarkan pisau lipat masing-masing yg selalu terselip di balik pinggang.
Huuff... kalo saja perkelahian itu ndak dipisah, mungkin darah segar akan segera membasahi areal itu. Dan semuanya hanya gara-gara satu hal yg sepele yg begitu memalukan menurut sebagian orang. Tapi saya ndak peduli. Buat saya, Diary ini adalah bagian dari nafas saya. Apapun pasti akan saya lakukan untuk melindunginya. Intinya, jangan pernah mencoba untuk menghalangi keinginan menulis saya.

hmmmm... Diary ku sayang... maafkan saya karena telah lalai menjagamu, hingga kamu sempat tersisihkan, terjepit diantara buku usang. Bukan maksud saya mencampakkanmu tapi sekali lagi maaf, saya sudah menemukan penggantimu yg tentu saja lebih keren, lebih gaya dan pastinya lebih bisa menyalurkan hasrat menulis saya yg memang ndak akan pernah mati. Buat saya, menulis adalah bagian dari hidup saya. Saya sudah terlanjur berjanji bahwa saya ndak akan pernah berhenti untuk menulis dan saya akan berusaha menjadi orang yg lebih baik dengan menulis.

Be A Great Person

Yup itulah nama pengganti dari buku Diary itu. Sebuah blog yg mampu menyalurkan hasrat menulis saya. Sebuah tempat yg bisa saya manfaatkan untuk berbagi pengalaman, menuliskan sebagian dari kisah masa lalu saya, dengan harapan semoga ini semua bisa menjadi penyemangat buat para pembacanya, bahwa suatu saat nanti, kita pasti bisa berubah menjadi orang yg lebih berguna. Kalo dulu saya hanyalah seorang copet, siapa tau setelah menulis ini nanti saya bisa menjadi seorang pengusaha sukses. Jangan pernah menyerah..!
Hidup ini tekad dan perjuangan Kawan. Ibarat bersepeda, kita ndak akan pernah jatuh kecuali kalau kita berhenti untuk mengayuhnya.

Yaah... meski sampai saat ini, keinginan saya untuk memiliki sebuah laptop, masih belum terpenuhi, saya akan terus menulis dan menulis walaupun untuk menerbitkan satu artikelpun, saya harus pergi ke warnet malam-malam, ataupun merelakan jempol tangan saya bengkak dan lecet-lecet karena kebanyakan nulis dari HP, saya ndak peduli. Sekali lagi, hidup ini adalah tekad dan perjuangan. Ibarat bersepeda, kita ndak akan pernah jatuh kecuali kalau kita mencoba untuk berhenti mengayuhnya. Untuk memenuhi satu keinginan itu, kita pasti butuh satu perjuangan.
Ayo kawan... tulislah apapun yg ingin kamu tulis. Jangan pernah kau halangi hasratmu untuk menulis, karna dengan menulis, segala sesuatunya akan terasa lebih baik dari sebelumnya.
Ayo semangat..!! Seperti semangat saya yg ndak akan pernah bisa mati.

"Boleh saja suatu saat nanti saya mati, dan semua tau itu juga pasti, tapi saya hanya akan mati sebagai orang yg hebat. Yg mana ketika mati, orang hebat akan selalu berusaha untuk bangkit kembali. Ia akan berusaha untuk meninggalkan sesuatu yg mungkin dapat berguna bagi orang lain setelah dia, nanti."
Artikel ini saya ikutsertakan dalam kontes menulis yang diadakan oleh Indonesia Menulis yang di Sponsori oleh:
01. Sawa Sanganam
02. Mbak Diah
03. Bujang Rimbo
04. Ahmad Sofwan
05. WP Template Gratis
06. Khairuddin Syah
07. Reseller Indobilling
08. Ardy Pratama
09. Hangga Nuarta
10. Abdul Cholik
11. Herman Yudiono
12. Aldy M AripinShare/Save/Bookmark Subscribe



Related Posts :



93 komentar:

-Gek- on 15 November 2009 13.31 mengatakan...

Mau nye-pam dulu sebelum baca, mengambil kaplingan, mumpung hari minggu!!!
XD

-Gek- on 15 November 2009 13.34 mengatakan...

Mas, mas..eh salah.. Dear Kang Sugeng..
Duluuuu... diary saya berkali2 dicuri orang, sampai akhirnya, hilanglah sudah diary kesayangan saya itu.

Untungnya, ada teman saya yang nyuruh saya buat BLOG, karena biar saja deh dibaca para bloggers, toh, sanak keluarga saya bukan bloggers.. sekalian berbagi cerita yang bisa dipelajari orang lain.

Seperti saya yang belajar dari blognya Kang Sugeng.

-Gek- on 15 November 2009 13.36 mengatakan...

Be A GREAT PERSON,

Saya juga mau, kalo ga great.. minimal Good dulu lah ya Kang.. :)

btw, btw..
Linknya Kang Sugeng udah bertengger dengan manis looo (Ga jelas antara kasi info dan nyindir..) hehe.

-Gek- on 15 November 2009 13.36 mengatakan...

Semangat nulis terus ya Kang!

Udah ah, nye pam nya cukup, kasi yang lain..

hehehehe!

Selamat ber-hari Minggu, great person!
:)

tiR shabrina on 15 November 2009 14.54 mengatakan...

tulisannya keren :)

ateh75 on 15 November 2009 14.57 mengatakan...

Subhanallah ...bergetar rasanya membaca postingan ini sahabat,cerita tentang masa lalu yang telah membawa lebih dimasa kini.
Salut dengan buku diary yg begitu dicintai,saya malah ga punya buku diary bang...males nulis kecuali pake kompi deh...padahal buku diary itu mengingatkan kita kemasalalu untuk menjadi lebih baik.

nice post...

JHONI on 15 November 2009 15.04 mengatakan...

wah blogger favorit saya ikut kontes lagi.........pasti saya dukung!!!!!

meskipun sebuah buku, tapi kalau itu representasi dari diri kita pastilah kita akan berusaha melindungi!!!!

wah dulu kemana2 bawa pisau lipat di pinggang kang?!?!!? tapi biar preman, nulis diary tetep hehehehe

@gek........ini nyepam gak tanggung2........hehehehe

ateh75 on 15 November 2009 17.41 mengatakan...

Kang cinta hakiki syukuran ,dateng yah kang..makasih.

ichaelmago on 15 November 2009 18.33 mengatakan...

wih..hebat euy masih nyimpen benda kenangan kaya gitu..pengalaman memang sangat berharga ya :D

Newsoul on 15 November 2009 19.03 mengatakan...

Ya, blog juga tempat menyalurkan aneka aspirasi, dan uneg-uneg, sama seperti sebuah diary. Menulis melancarkan penuangan ide, ide akan lebih mudah terjabarkan bila kita mampu menuliskannya dengan baik. Artikel mantap sobat. Semoga kontesnya sukses ya.

Munir Ardi on 15 November 2009 19.12 mengatakan...

for me you are a great person now because you have to left the devil into right human

Munir Ardi on 15 November 2009 19.13 mengatakan...

ealah kok pake bhs inggris jadi Ikut-ikutan ke hal yang baik nih, semoga menang ya Kang

Itik Bali on 16 November 2009 03.26 mengatakan...

Keren artikelnya mas, keren juga mas Sugeng
Copet bisa punya Diary lho..
biasanya yang suka nulis Diary itu kan cewe..

Sukses buat artikelnya ya mas...

namaku wendy on 16 November 2009 06.02 mengatakan...

minuman keras itu apa to mas'e? isinya kerikil dan batu yah hehehe:p
semoga postingannya bisa menang di dalam kontes yah, amin:)

Muslihun on 16 November 2009 08.08 mengatakan...

Kita sama kang! Saya juga belum bisa beli laptop. Saya hanya ngeblog via HP Nokia 7610. Tapi terus terang saya tidak bisa mengandalkan perasaan dalam konteks ini.

Sang Cerpenis bercerita on 16 November 2009 08.59 mengatakan...

keren..saya kagum dg semangatmu. pertahankan semangat ini ya. saya yakin kamu pasti akan menjadi orang yg sukses.

Kabasaran Soultan on 16 November 2009 09.17 mengatakan...

Hebat sekali itu copet.
Apalagi kalau sekarang dah mantan ...aku yakin pasti akan lebih hebat lagi.
Tetap semangat

Ivan@mobii on 16 November 2009 10.03 mengatakan...

Oh,ikut kontes menulis toh! Smga menang ya kang....

hari Lazuardi on 16 November 2009 10.47 mengatakan...

buku agendanya aja sudah serem, bagaimana kalau dibaca isinya ya... hehe..

mocca_chi on 16 November 2009 11.12 mengatakan...

temannya lagi mabok jadi perilakunya ga kekontrol, itulah tujuan pemerintah melarang peredaran miras *koment sok tahu*

maaf mas, mungkin saya dibilang sombong kr ga ngasih koment balik, tapi saya berusaha ut balas koment kok, waktu2 yg sempit disela2 kesibukan, saya coba untuk bewe,biasanya ke komentator dan ke yg postingan apdet, tetapi kr waktu saya terbatas dan yg harus dikunjungi balik juga banyak, mohon maaf kalau blog ini terlwatkan.

dan saya lihat memang dipost terbaru ini saya belum koment, maaf sejak jumat saya belum maksimal bewe. sementara pra saya temukan koment mas di blog bli jhoni, apdetan blog ini tidak saya temukan di dashboard padahal saya seingat saya, saya sudah follow. mohon maaf kalau saya salah ingat. dan, biasanya ut post ripiuw saya tiadakn komentar biar orang yg datang ke blog saya ga merasa, bahwa dia sudha koment banyak tp saya hanya balas sedikit, tapi kr ripiuw terakhir sedikit beda jadi saya tidak tiadakan komentarnya.

segitu saja, tapi jahh.... kok panjang juga ya wkwkkwwk

Clara on 16 November 2009 11.44 mengatakan...

uh, aku suka kisahnya, sampe segitunya mempertahankan diary, emang sih kita harus pertahanin apa yang kita anggap sangat penting dalam hidup ini. kalo nggak rasanya hidup ini juga kosong.

aku follow ah, biar tau apdetan dari kang sugeng ^^

Ariel Lakindy on 16 November 2009 12.37 mengatakan...

maaf kang sugeng baru bisa mampir neh, maklumlah derita ini masih melanda hati, itupun dipaksain sapa tau ada seberkas cahaya menerangi kegelapan hati, btw terima kasih telah berkunjung. sahabat adalah raja obat bagi hati yg resah, jangan kapok berkunjung lagi, tak suguhi kopi itam.

Kang Sugeng on 16 November 2009 13.13 mengatakan...

@clara : trimakasih apresiasinya Non
@mocca_chi : hahaha... panjang banget, maafkan saya juga yg terlalu bnyk menuntut
@hari : isinya ndak serem koq Kang, malah hanya penuh dengan kisah memilukan
@ivan : amin Van, trimakasih
@kabasaran : yup skrg sudah insap Bang, makasih
@sang cerpenis : trimakasih Mbak fanny, saya pasti terus pertahankan itu
@muslihun : iya Kang, saya tau koq, kita memang harus profesional, jngan menilai sebuah karya tulis hanya dng perasaan saja.
Maturnuwun sudah di approve
@wendy : hahaha... Yuk Wend iki muesti guyon senengane

Kang Sugeng on 16 November 2009 13.26 mengatakan...

@ariel : iya ndak papa Mas, saya juga maklum, saya ndak akan kapok berkunjung ke tmptmu.
@itik : makasih Non, iya makanya saya sempat di olok2 sama teman saya dulu
@munir : insya Allah, amin Bang Munir, makasih doanya
@newsoul : yup benar sekali Mbak elly, blog adalah tempat mencurahkan sgala uneg2
@ichaelmago : iya donk, kenangan memang sangat berharga
@ateh75 : makasih Teh... saya memang hobby nulis sejak masih sd
@jhoni : hehe... jadi melayang ni Kang di favoritin.
Iya Kang, dulu selalu mbawa pisau buat jaga-jaga
@shabrina : makasih
@-gek- : makasih udah sudi nyepam, saya suka banget.
Tentang linknya maaf, saya belum sempat menambahkan, nanti malam pasti saya add.

vie_three on 16 November 2009 14.43 mengatakan...

waaahhhh keren2 kontes lagi..... aq doakan menang dech kang... keren euy, aq ajah masih belum berani nyoba ikut kontes lagi setelah sebelumnya gak sampet terpilih..... xixixixixi

ayo kang semangat, pasti bisa kok seorang mantan copet jadi pengusaha......

jonli rahmad koto on 16 November 2009 20.56 mengatakan...

wah...kolo mas ikut kontes aku doakan menang deh...tapi traktirannya jangan lupa..he he..
masa lalu itu kenangan mas...ada suka ada duka...
sekarang mas udah sukses..aku jadi terharu membacanya...selamat ya...

Munir Ardi on 16 November 2009 21.00 mengatakan...

datang berteduh diluar hujan kerass banget

Desain Lansekap on 16 November 2009 22.28 mengatakan...

Mantab banget ceritanya.... Sukses bro... semoga menang ya....

Seti@wan Dirgant@Ra on 17 November 2009 09.17 mengatakan...

Kisah 19 tahun lalu....
Semua ada hikmahnya,... dan Tuhan sudah mengatur semuanya.
Semoga aja tulisan ini berhasil menang. Insya Allah.

yanuar catur rastafara on 17 November 2009 09.47 mengatakan...

semngat terusss yah kang untuk nulis
jangan nyopet lagi yah
hahhahhah
pissss

YolizZ on 17 November 2009 11.27 mengatakan...

kang sugeng!! kita mirip yaahh... dulu aku juga sering nulis di diary,, tapi sekarang beralih ke blog deehh.. yaahh,, walopun tulisan2 di blogku kadang dibilang ga bermutu dan ga penting,, tapi asalkan aku merasa nyaman itu udah cukup kok,, aku cuma pengen menyalurkan apa yang aku pikirin dan aku rasain...

yak!! kita tetep semangat buat nulis & blogging :D

Rosi aja on 17 November 2009 11.41 mengatakan...

Subhanallah... cerita hidup yang menyentuh... mudah2n sy bs mengambil pelajaran dari tulisan ini. trimakasih sudah berbagi.

lita alifah on 17 November 2009 13.26 mengatakan...

hiks...hiks...jadi terharu ni bacanya, kisah hidup yang penuh perjuangan, jadi inget aku dulu, aku juga suka nulis kejadian sehari2, tapi nulisnya pake sandi...jadi ndak ada orang yang bisa baca selain aku hehehe soalnya rahasia semua :D
itu dulu sebelum aku punya banyak temen, pertama kali kuliah yang masih sendiri menyepi hihihihi.....tapi sekarang ya.....crita ma temen dan blo gitu

semangat ya kang....moga bermanfaat bagi orang banyak artikelnya, moga jadi orang sukses juga ^_^

YANTI WIDIASTUI on 17 November 2009 15.05 mengatakan...

TULISAN MU SANGAT MENYENTUH, TERUS KAN KARYA MU SOBAT, THX DAH MAMPIR

ROSMANA APOLLA PUTERA on 17 November 2009 15.14 mengatakan...

Sangat keren mas! Saya doakan semog mas menang lagi!

Rumah Ide dan Cerita on 17 November 2009 17.12 mengatakan...

Perjuangan yang hebat Mas. Buku itu ternyata menyimpan eribu kenangan ya Mas.

dasir on 17 November 2009 17.34 mengatakan...

Sebenarnya saya juga ikut kontes ini, tp blog penyelenggaranya yang isinya 'kuning' jd tidak aku maksimalkan. Semoga sukses ya pak seperti KISAH TIANG RANI yang mampu meluluhkan bundanya dengan tulisan di tiang kamarnya. Salam

reni judhanto on 17 November 2009 19.39 mengatakan...

Ternyata semangat menulisnya sudah ada sejak lama ya... Hebatnya, diary-nya masih disimpan sampai sekarang.
Selamat ikut kontes... semoga menang.

angga chen on 17 November 2009 22.57 mengatakan...

mantap kang...jangan pernah menyerah karena besarnya mimpimu dan kuatnya ambisimu adalah ukuran kekuatan untuk keberhasilanmu...thanks kang

Berry Devanda on 17 November 2009 23.16 mengatakan...

salut ama akang...
saya dulu sering diejek teman2 karena pake diary. karena menurut mereka yang pake diary itu anak perempuan...
tapi itu membuat saya terbiasa menuliskan apa saja yang sedang dipikirkan...
semoga sukses ya kang...
saya dukung akang...
salam...

Wisata Riau on 17 November 2009 23.20 mengatakan...

kalau bukunya diterbitkn pasti bestsller..
tulisannya ok sobt... siip dah.. salud..
aku izin pasang link kamu yah.. semoga tali silaturrahim terjalin dgn eratnya..ketika kita bertukar link :D

**:´¯`·­»N@n£imØ«­·´¯`·** on 17 November 2009 23.38 mengatakan...

sama2 kang..
btw untuk merapikan blogrool mu bisa baca disni

Membuat Bloglist Lebih Rapi

ranggagoblog on 18 November 2009 00.05 mengatakan...

lima jempool buat kang sugeeeng.... follow akh.... nyuwun sewu geh kang... *samar nak di bacok* hihihihihi

J O N K on 18 November 2009 07.17 mengatakan...

sef kang, yang lalu biarlah berlalu. yang penting sekarang kang sugeng sudah menjadi orang yang jauh lebih baik, dan punya keluarga yang menyenangkan .. :)

albertus goentoer tjahjadi on 18 November 2009 07.25 mengatakan...

kisah yang sangat indah mas... memberi inspirasi dan sungguh mencerahkan... thanks ya mas... salam kasih...

cebong ipiet on 18 November 2009 07.33 mengatakan...

kang....semoga menang lagi y....yg terpenting kisahmu bisa jadi motivasi

DUNIA POLAR on 18 November 2009 08.17 mengatakan...

bener2 kisah yg bagus kang, lebih baek jadi mantan copet drpd mantan ustad :D
btw tu lmyan deket dr rumah ku loh, plg 15 mnit da nyampe :D

big sugeng on 18 November 2009 08.59 mengatakan...

Wah selalu memberikan semangat kalau baca blog ini
Masa lalu memang pantas hanya untuk dikenang

Joddie on 18 November 2009 12.31 mengatakan...

Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, kang.. ada yang harus berliku baru lurus.. ada yang diinjak baru diangkat.. dan seterusnya.. semoga saja proses yang dialami Kang Sugeng dapat membuat hidup kang sugeng lebih sempurna lagi.. keep'in smile yah.. sukses selalu buatmu.. :)

Tisti Rabbani on 18 November 2009 12.48 mengatakan...

wah, kang sugeng...
maaf lho, memang kemaren2 saya jarang bw, jd gak sempat mampir kesini..

diary memang sarana pelampiasan hasrat yg terpendam ya kang..
sekali lagi, tulisannya benar2 inspiratif..

ah, andai preman2 di terminal spt kang sugeng semua... :)

Kang Sugeng on 18 November 2009 12.51 mengatakan...

@joddy : iya Mas Jod... saaya juga sadar akan hal itu koq, makasih atas pencerahannya
@big sugeng : yup betul sekali Om.. masa lalu memang hanya untuk di kenang
@dunia polar ; emangnya Mas POlar ada dimana to?
@cebong : trimakasih atas dukunganmu Mbak...
@goentoer : trimakasih Mas Goen
@jonk : yup betul itu Mas Jong skrng saya sdh benar2 insyaf
@rangga : hahahahaha...... saya ini sudah insyaf Ngga... sudah ndak suka Mbacok orang lagi, qiqiqiqiq...
@wisata riau : oke Mas Limo infom=nya langsung saya praktekkan
@berry : sAYA juga Mas sempat di ejek, tp saya ndak peduli, yg penting buat saya adalah menulis dan menulis
@angga : yup trimakasih semangatnya Ngaa... Mantab... hahaha....

NURA on 18 November 2009 12.51 mengatakan...

salam sobat
saluut banget dengan perjuangan sobat dalam menjalani kehidupan ini,,
semoga mendatang lebih sukses lagi dibandingkan sekarang ini ya,,,
hebat dengan sempatnya menuliskan perjalanan kehidupan sobat di buku Diary tersebut.
saya ikut mendukung dari jauuuuhh sana , semoga sobat menang kontesnya.

Kang Sugeng on 18 November 2009 12.55 mengatakan...

@tisti Rabani : trimakasih Bunda atas responnya... iya ya andai semua preman bisa insyaf dan kembali ke jalan yg benar, amin...
@reni : hehehe... iya Mbak reni.. diary ini akan selalu saya simpan dan nanti saya tunjukkan sama anak anak saya
@dasir : saya dukunbg juga kamu Mas Dasir... semoga kemenangan ini menjadi milik kita bersama
@rumah ide : iya Mas trimakasih

Sigit Purwanto on 18 November 2009 13.19 mengatakan...

menguraikan kembali setiap jengkal kejadian yang kita alami bukanlah suatu yang mudah, butuh keuletan dan terus menerus..tapi mas sudah memecahkan kesulitan itu, saya jadi pengen memulai hal yang sulit itu mas..nice

SeNjA on 18 November 2009 13.20 mengatakan...

mas sugeng,...kok kmntrnya gt ? apa aku mengabaikan mu...

maaf mas...*_*

mas,tapi ternyata kita punya hobi yg sama yaitu nulis diary. sama mas,aku jg suka bgt nulis diary...

dan kisah hidup mas sangat luar biasa ^_^

Kang Sugeng on 18 November 2009 13.46 mengatakan...

@senja : maafin saya juga ya Mbak.
Menulis memang menyenangkan buat saya
@sigit : jangan Mas, jangan memulai kesulitan seperti yg saya alami dulu
@nura : amin Mbak Nura, itu juga yg saya harapkan
@rosmana : amin Mas, trimakasih
@yanti : trimakasih Mbak Yanti
@lita : yup trimakasih Mbak Lita, menulis itu memang menyenangkan ya Mbak..
@rosi : amin.. trimakasih sahabatku
@yolliz : tulisan kamu sangat bermutu koq Neng saya suka bngt
@yanuar : iya Mas Yan, sudah lama saya insyaf
@setiawan : amin Bang Iwan, ya itu juga yg saya harapkan
@desain : amin trimakasih Mas
@munir : silakan aja Bang
@jonli : hehe... trimakasih Mas Jonli, amin Insya Allah
@vie_three : amin Mbak Vit, kalo saya jd pengusaha, saya ndak akan pernah melupakanmu, hahahaha....

sahabat blogger on 18 November 2009 15.30 mengatakan...

waaah...gile bener ceritanya. sungguh diluar dugaan, preman pun masih ada yang hobi nulis..tetap semangat yo kang. btw..kalo ada waktu apa kita bisa ketemuan kang?. alamat surabaya nya dimana?

Ivan Kavalera on 18 November 2009 19.07 mengatakan...

berjalan dg hati, tulus dan semangat. Tuhan bersama dgf orang2 yg ikhlas.

cah ndeso on 18 November 2009 19.55 mengatakan...

Salut!! itu yang ingin saiya sampaikan pertama kalinya.

setiap manusia pernah terjerumus kedalam lembah dosa. Dan ketika menginginkan perubahan, yang dibutuhkan adalah sebuah keyakinan, dukungan moral dan spiritual. Tanpa adanya itu, mustahil kita dapat menjadi lurus kembali.

Salam dari lereng Muria sob. Dan dukungan serta do'a dari Cah Ndeso ini senantiasa mengiring persahabatan dalam dunia maya. Amiieenn

JR on 18 November 2009 20.15 mengatakan...

wakh keren buanget personal diarynya.....sungguh luar biasa

cah ndeso on 18 November 2009 21.15 mengatakan...

maaf, jika melenceng dari diskusi. bukan nyepam, hanya ingin memberitahukan.

ADA AWARD UNTUK KANG SUGENG

Silahkan diambil Kang. Dan maaf atas keterlambatannya. Sebab saya baru menerimanya tadi pagi dan baru sempat posting malam ini.

Salam sukses dari Lereng Muria dan mPIISSS :D

ateh75 on 18 November 2009 21.49 mengatakan...

Mampir kembali mancari penglaman hidup yg luar biasa disini dengan kang Sugeng...sukses ya kang.

PRof on 18 November 2009 22.55 mengatakan...

"Hidup ini tekad dan perjuangan Kawan. Ibarat bersepeda, kita ndak akan pernah jatuh kecuali kalau kita berhenti untuk mengayuhnya"

Ya..., segala mimpi dan keinginan kita akan menjadi kenyataan. PAsti...!!! KEcuali kita berhenti untuk berusaha....

Kalimat diatas sungguh membangkitkan semangatku kang...!!!

phonank on 19 November 2009 02.54 mengatakan...

Gak nyangka...
di balik profesi yg dulu dijalani (mantan copet), tp masih sempat menulis DIARY.

Saya antara dua hal Heran dan Lucu.

Tapi itulah kenyataan yg ada, hebaatnya lagi kang Sugeng berani dan rela menjatuhkan harga diri demi mempertahankan martabat diary nya, uuhh... sungguh mengagumkan.

Emang sih..

yang namanya kecintaan terhadap suatu hal memang harus ada perjuangannya. Saya salut dengan tulisan kang sugeng kali ini..

Be A Great Person ... For You..!

annie on 19 November 2009 09.43 mengatakan...

salam kenal dulu, Kang Sugeng. Terima kasih sudah nyempetin waktu mampir dan koment di blog saya. Wiiih ... perjalanan Kang Sugeng sungguh aneh, tapi saya salut. Sempet-sempetnya menulis Diary di sela "kericuhan" lingkungan yang menertawakan.
Terus menulis, Kang.
Saya pasti menemukan banyak hal tentang pelajaran hidup dari blog ini.

annie on 19 November 2009 09.44 mengatakan...

Tulisan tangannya rapi sekali ....

Andie Gokil on 19 November 2009 10.00 mengatakan...

kunjungan pertamax nih. hehehe. menulis memang aktifitas yg menyenangkan. lebih menyenangkan lagi yaitu ketika menulis utk berbagi. hehe.

berita unik on 19 November 2009 16.10 mengatakan...

wah lagi ikutan kontes rupanya
kirain beneran perjalanan kelam mas sugeng

Financial Adviser on 19 November 2009 16.11 mengatakan...

bungurasih...berarti blogger surabaya donk mas
emang sekarang masih suka mangkal disana...?

mc on 19 November 2009 17.51 mengatakan...

mmapir sore *kr ga ada post baru jdinya nyepam :P*

Attayaya on 19 November 2009 21.33 mengatakan...

Tulisannya mantap kang
Salut juga untuk pengibaratannya atas sepeda
Ayo semangat
Hidup adalah perjuangan

mira on 19 November 2009 23.22 mengatakan...

wah, copetnya imut punya diary. aku sampe sekarang ga punya diary. nulis di blog aja ruwet. gatau mau nulis apa. mas inspirasinya banyak ya >,<

neilhoja on 20 November 2009 02.31 mengatakan...

memang hidup tak selalu mudah, tapi asalkan kita mau berusaha.. kita pasti bisa.

sama2 doain mas... :)

oiya, kang sugeng dapet award dariku nih, hehe... silakan dibawa pulang yo cak. :D

Munir Ardi on 20 November 2009 10.39 mengatakan...

datang berteduh di blog sobat yang sejuk

ocheholic on 20 November 2009 21.16 mengatakan...

saya jadi inget dulu masa2 muda (ihii,,merasa tua nih),
buku diary isinya cuma masalah cinta aja,,hahahaha,,
uda gitu nama si cowok pake samaran,,adooowh,,anak muda =))

*saya selalu salut sama orang yg bergerak ke arah kebaikan,inspired!

Anazkia on 21 November 2009 01.29 mengatakan...

Telat koment nih Mas. yah tahu sendiri, saya lagi jarang BW, karena gak posting :) maaf yah Mas...

Kerendahan hati mas Sugeng, menunjukan siapa sebenarnya diri mas Sugeng. Saya salut!

riosisemut on 21 November 2009 09.05 mengatakan...

Pagi Mas... aq luangin waktuku yg tinggal beberapa ini buat mampir ke tmpt kamu, wow.. Mas Sugeng makin keren aja ni, blognya makin rame

riosisemut on 21 November 2009 09.07 mengatakan...

kata si Cantiq, kamu punya blog baru, mana? URLnya apa? Owww... yg nampang di header itu ya?

riosisemut on 21 November 2009 09.10 mengatakan...

udah ah, cukup nyepamnya, mata aq uda pedes nih, kepala suka pusing kalo kelamaan mantengin monitor

Ayah on 21 November 2009 09.13 mengatakan...

wow... keren banget Kang, saya sungguh salut sama perjalanan hidupmu.

marsudiyanto on 21 November 2009 15.06 mengatakan...

Ikut mendukung semoga menang lagi...

●Hartinah● on 25 November 2009 15.31 mengatakan...

wiihhh, kalo saya cuman hobi beli diary, di isinya paling cuma 5 atau 10 lbr sudah itu bakal lupa nulis lagi, hehehe...
semoga menang om^^

Hangga Nuarta on 13 Januari 2010 12.39 mengatakan...

Fully inspiring story...

Nyunz on 15 Januari 2010 08.17 mengatakan...

waow.. maafin aku baru baca artikel ini, selamat buat Om sugeng yah, aku jadi pengen nulis ni, hihihihih

khairuddin syach on 15 Januari 2010 13.22 mengatakan...

Selamat telah memenangkan lomba menulis. Mudah2an semakin memacu untuk lebih giat lagi dalam menulis

sekali lagi, congrats, sob.

manshurzikri on 18 Januari 2010 09.52 mengatakan...

top markotop, Kan!!!
keren banget tulisannya!!!
:)

Anton on 19 Januari 2010 11.02 mengatakan...

Selamat kang sugeng atas prestasinya,saya baru pertama berkunjung kesini,"Diary Seorang Mantan Copet Bungurasih" memberikan makna yang berarti buat saya,disamping narasinya yang bagus juga memberikan pesan sosial yang membuat saya termotivasi untuk menulis.

Laila on 6 Februari 2010 10.55 mengatakan...

Subhanallah....cerita yang sangat menyentuh....

nowGoogle.com adalah Multiple Search Engine Popular on 8 Maret 2010 15.05 mengatakan...

dalam setiap peristiwa tentu ada hikmah yg bisa di ambil...

Festival Museum Nusantara on 11 Maret 2010 09.45 mengatakan...

menang apa nggak kang lombanya ?

hosting profesional indonesia yang murah on 30 Juli 2010 14.38 mengatakan...

copet aja punya diary ya.. waduh kalah aku... :(

Travel Jakarta Bandung on 5 Agustus 2010 23.20 mengatakan...

cerita yg menarik

obat herbal kanker payudara on 17 Mei 2011 09.04 mengatakan...

ceritanya selalu bikin nspiratif..
makasih mas,,

Posting Komentar

[ Full Page Comment Form ]

Maaf... karena banyak SPAMMER, terpaksa saya mengaktifkan MODERASI.
Ini adalah DOFOLLOW BLOG, setiap komen yg kamu tinggalkan, akan menjadi BACKLINK buat URL yg kamu sertakan, so... tinggalkan komen yg sesuai dengan TEMA, jangan NYEPAM..!!
Gunakan Name/URL biar lebih efektif. Jangan lupa pake http:// biar ndak BROKEN LINK.
Komentar APAPUN asal sopan dan punya aturan, PASTI saya terbitkan, KECUALI yg menyertakan LINK, akan langsung saya DELETE..!!

Back to TOP

 

Be A Great Person Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template