Sabtu, Februari 27, 2010

Jangan Pakai Jalan Pintas !

Alkisah... serombongan ruh manusia asal Indonesia sedang menunggu masuk di antrian pintu surga.
Satu persatu mereka dipanggil oleh Malaikat yg bertugas disana.

Di dinding-dinding pintu masuk itu, nampaklah tergantung puluhan jam seperti layaknya jam yg terlihat di bandar-bandar udara di dunia. Tapi kalau dicermati, jelas terlihat sekali perbedaannya yg memang sangat mencolok. Kalau jam di bandara menunjukkan posisi waktu yg berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di pintu masuk surga yg berbeda adalah terletak pada diameter dan kecepatan putarannya.

Salah seorang yg agak bingung lalu bertanya kepada Malaikat disana mengapa hal itu bisa terjadi.

"Oh itu.. jam yg tergantung di sana itu menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yg ada di dunia sewaktu Anda hidup," Sang Malaikat menjelaskan,
"semakin jujur pemerintahan negara Anda, maka jam negara Anda disini akan semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat putaran jarum jamnya dan otomatis semakin besar pula diameternya."

"Coba lihat..!" kata seorang yg lain yg sedang antri kepada sesama warga Indonesia yg lainnya, "jam Philipina berdiameter 25 cm dan berputar seperti kincir, hahaha. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh..!"

"Itu lagi, itu lagi..!" seru yg lainnya, "Jam Kongo, negaranya Mobutu Sese Seko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina, diameternyapun hampir mencapai 50 cm, hahaha..."

Mereka semua terlihat sangat menikmati pengetahuan baru itu. Tapi mereka masih juga mencari-cari, dimana gerangan jam Indonesia. Lalu salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada Malaikat tadi.

Tanpa basa-basi, Sang Malaikatpun lalu menjawab,
"Oh, jam Indonesia..? Jam negara Anda terpaksa kami letakkan di belakang, di dapur. Disana banyak koki yg mengeluh kepanasan, dan sepertinya memang hanya jam negara Anda yg berdiameter paling besar dan sangat cocok dijadikan kipas angin..!"

hahahaha...

Maaf... saya harap tidak ada yg tersinggung dengan sepenggal guyonan di atas. Lagian kalau dipikir-pikir lagi, kenapa juga kita musti tersinggung, lhawong kenyataannya memang seperti itu. Bwaaah..! Korupsi... lagi-lagi korupsi. Sebuah kata yg sebenarnya sudah sangat menyakitkan untuk saya tuliskan lagi. Sudah muak rasanya saya mendengar kata itu didengungkan dimana-mana, di tipi-tipi, di radio-radio, di koran-koran, di blog-blog, dimana-mana korupsi, huff... mau jadi apa bangsa ini nantinya, kalo dimana-mana selalu saja ada praktek-praktek korupsi. Coba deh mari kita lihat lagi, dari hal-hal yg paling kecil saja. Dimana-mana di seluruh Nusantara, masyarakat beramai-ramai teriak soal tindakan nyata pemerintah yg dinilai kurang tegas dalam penanganan kasus-kasus korupsi. Padahal tanpa mereka sadari, justru sesungguhnya semua itu berawal dari masyarakat itu sendiri yg juga tidak berani untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan mengikuti prosedur hukum yg ada. Kita ambil contoh kecilnya saja, apakah masyarakat bersedia untuk tertib hukum dalam pengurusan surat (yg paling sederhana saja dulu) seperti KTP, paspor, SIM, dan lain sebagainya? Jangan pakai jalan pintas..!
Lhawong jalan pintas kok dianggap pantas. Lhawong korupsi kok dibilang rejeki. Apa sih sebenarnya tujuan mereka main suap-suapan seperti itu? Bukannya itu justru akan semakin memperbesar perut para pejabat terkait? Kalo saya boleh berpendapat ni ya... mungkin dengan melakukan tindakan penyuapan seperti itu, mereka lantas mendapatkan kemudahan dalam pengurusan izin, mendapatkan kemudahan dalam pengurusan surat-menyurat atau melegalkan sebuah kegiatan yg sebenarnya ilegal. Bukankah kondisi ini justru akan mengacaukan antrean fasilitas publik. Masyarakat yg tidak memberikan 'pelicin' akan mendapatkan pelayanan paling belakang atau malah tidak dilayani sama sekali?? Puih... lagi-lagi masyarakat kecil, yg ndak mampu menyuap yg menjadi korbannya. Mengapa masyarakat kecil saya katakan sebagai korban, padahal setelah memberikan pelicin, masyarakat mendapatkan kemudahan? Masalahnya, pemerintah memang dibentuk untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan menyeimbangkan perbedaan yg terdapat di masyarakat.
Oleh sebab itulah masyarakat rela (baca:terpaksa) mengeluarkan pajak untuk mendanai aktivitas pemerintah..!
Nah dari segi ini saja sudah terlihat bahwa korupsi jelas tidak mendatangkan kemakmuran, karena menyebabkan daya saing Indonesia menjadi buruk. Tentu saja komplikasi 'penyakit' korupsi itu jangan sampai menyurutkan kita dalam upaya membuang kebiasaan suap maupun menyuap. Biarkan saja penegak hukum itu bingung. Semoga kita sebagai masyarakat tidak ikut-ikutan bingung.
Karena kalau ada komitmen dari diri masing-masing masyarakat untuk tidak mau menjadi pelaku maupun korban suap-menyuap, Indonesia pasti bisa bebas dari korupsi. Saya yakin itu.
Saya tahu, kita semua tahu, gaji yg kecil memang telah menjadi persoalan yg mendasar. Tapi itu tidak hanya di negara Indonesia, melainkan di hampir semua negara dunia ketiga. Pendapatan tentu erat sekali kaitannya dengan gaya hidup. Lalu apa solusinya? Bagaimana kita menyikapinya?
Ya kalau memang penghasilannya kecil, ya hiduplah dengan gaya hidup yg sederhana, jangan bermewah-mewah. Terus kembangkan diri dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yg ada. Jangan lalu main suap..! Mau cepat dapat SIM, ndak mau di test, tembak aparat dengan Rupiah. Mau cepat dapat KTP, sehari jadi, sogok aparat dengan Rupiah. Mau lolos jadi calon aparat, suap aparat dengan Rupiah, ndak mau kena tilang karena melanggar rambu-rambu lalu-lintas, selipkan Rupiah di STNK. Mau jadi apa bangsa ini nantinya, kalau masyarakatnya saja membiasakan diri dengan praktek suap-menyuap..!
Tinggalkan semua itu, kalau pengin bangsa ini maju..!
Mari kita mulai semua dari diri kita masing-masing. Jalani semua sesuai prosedur hukum yg ada. Jangan pakai jalan pintas..!
eling dhulur...! ingat Sodara...! kemajuan Bangsa ini ada di tangan kita sendiri. Kalau kita sudah bisa eling, tentu saja selanjutnya adalah waspodo. Eling lan waspodo disini dapat dikontekstualisasikan dengan apa yg menjadi nilai-nilai kebangsaan di dalam UUD 1945.
Kita diharapkan eling bahwa bangsa ini memang memiliki potensi untuk bangkit dan bersaing dengan budaya bangsa lain (global). Kita menyadari, eling sepenuhnya, bahwa dengan kesederhanaan ketika masa perjuangan dulu, mampu menghantarkan bangsa ini merdeka dari penjajahan.
Sedangkan waspodo dapat dimaknai agar kita menghadirkan kesadaran penuh tentang jati diri bangsa yg tidak ingin tereduksi justru karena budaya korupsi.
Bwaah...! lhawong korupsi koq dibilangnya rejeki...
???

tag : Anti Korupsi BlogPost Competition, korupsi dan cara-cara penyelesaiannya, Solusi Pemberantasan Korupsi Ala Blogger, korupsi di Indonesia, joke tentang korupsi, Cerita Inspirasi, contoh-contoh korupsi, cara memberantas korupsiShare/Save/Bookmark Subscribe



Related Posts :



71 komentar:

Kang Sugeng on 27 Februari 2010 09.09 mengatakan...

Saya mengucapkan terimakasih yg sebesar-besarnya kepada sahabat-sahabat blogger semua atas doa dan perhatiannya kemarin.
Berkat doa kalian, saya sekarang sudah sehat kembali dan Insya Allah bisa segera melunasi hutang komen saya dipostingan kalian.
Tapi sekali lagi saya mohon maaf kalo semua ndak mampu saya selesaikan di hari ini, sebab saya juga masih membutuhkan banyak istirahat atas radang tenggorokan yg sedang saya derita.
Saya hanya berani ngeblog sampai jam 10 malam.

aan on 27 Februari 2010 10.03 mengatakan...

setuju kang
nyari duit yang khalal aja susah,apalagi yg kharam,korupsi jg namanya rejeki,pola pikir seperti ini yang harus kita ubah di mulai dari hal2 yang sederhana,

narti on 27 Februari 2010 10.08 mengatakan...

aku suka, berapi api sekali kalimat yg dipakai.
sukses dengan kontesnya ya kang.

sda on 27 Februari 2010 10.10 mengatakan...

syukurlah udah sehat kang...
langsung ikutan kontes nih?
kalau semua sadar dan melaksanakan seperti yang tertulis diatas, damai negara ini.

aan on 27 Februari 2010 10.11 mengatakan...

maaf kebalik kang,,maksud saya nyari yang haram aja susah apa lagi yg halal..
*salah ketik* heehe

Ivan@mobii on 27 Februari 2010 11.11 mengatakan...

#ahem :cukup)

Sudino Dinoe on 27 Februari 2010 11.15 mengatakan...

mantap artikelnya kang..moga sukses kompetisinya kang........

Just Bryan on 27 Februari 2010 11.26 mengatakan...

Waa..sampe segitunya ya jamnya indonesia yang merepresentasikan tingkat korupsi di indonesia..
Semoga semakin lama jamnya semakin melambat dan mengecil...
Sukses buat kontesnya kang...

bonk ava on 27 Februari 2010 11.27 mengatakan...

sadar sadar sadar! he he heh! mari kita ubah bangsa ini menjadi negara yang lebih baik lagi, dan di mulai dari diri kita sendiri, apapun itu korupsi, banjir, penebangan hutan dimulai dari dirir kita sendiri demi bangsa kita tercinta ini!

ajeng on 27 Februari 2010 11.57 mengatakan...

Mantap dan 'keras' mas.. Hehehe,insyaAllah berhasil kontesnya ^_^

ario saja on 27 Februari 2010 12.37 mengatakan...

wkwkwwkwkw guling2 dulu ahhh

phonank on 27 Februari 2010 13.07 mengatakan...

Hahahaha....

haduuuhh... kasihan sekali pejabat yg dari indonesia..??

jam nya malah buat kipas angin para koki,, itukah sebab dari banyaknya korupsi,, hingga putaran jamnya semakin cepat sekali.... malah bisa untuk kipas angin....

Lifestyle on 27 Februari 2010 14.39 mengatakan...

alhamdulilah kang udah sehat lagi..
wah dalem banget tuh makna ceritanya, mudah2an mereka yg korupsi diberikan rahmat dan hidayah oleh ALLAH SWT...

Aulawi Ahmad on 27 Februari 2010 18.00 mengatakan...

keren kang, moga sukses lombana :)

a-chen on 27 Februari 2010 19.18 mengatakan...

Essip Kang Artikel korupsinya... cuman keknya pengaturan paragrafnya bikin mbacanya agak susah yak... :-)

buwel on 27 Februari 2010 19.19 mengatakan...

Mantab aja deh Kang, buwel nggak bisa nulis tulisan artikel sepanjang itu...

Joddie on 27 Februari 2010 20.05 mengatakan...

Mantep banget kang.. ada cerita lucu yg penuh sindiran euy.. luv this!
bener banget kang, mungkin karena masyarakat sudah terbiasa suap-menyuap so ketika ada yg jadi pejabat, jadi kebawa deh kebiasaan itu.. so mungkin kesimpulannya ya harus dimulai dari diri kita masing-masing.. termasuk saya dan kang sugeng.. ^^ semoga kita gak tertarik lagi untuk menyuap.. amiiiiin..

berita untuk negri on 27 Februari 2010 20.08 mengatakan...

alhamdullilah si akang sudah sehatan,
tidak kang tidak tersinggung,ini justru membuat orang tertarik dan ingin membacanya,,kalau terlalu serius kadang lewat dan mengucapkan,,,nice post sobat,,,hehehehe

Sang Cerpenis bercerita on 27 Februari 2010 22.39 mengatakan...

tulisan yg bagus dan penuh makna.

anyin on 27 Februari 2010 22.53 mengatakan...

gak berkah kan ya kang... hehe iya tau yg udah pernah ke BNS

Kristanto-Wds on 27 Februari 2010 23.10 mengatakan...

Kalimatnya luar biasa.... keren keen.... maju terus dah....

Rubiyanto on 28 Februari 2010 00.56 mengatakan...

ha ha ha, ada ada aja. tapi kayaknya jam gede itu memang cocok kok untuk jam Indonesia he he

fai_cong on 28 Februari 2010 01.04 mengatakan...

sebelum berkomentar saya ucapkan Alhamdulillah...
karena kang sugeng sudah sehat.
:D
sehat selalu kang...
wah,,, waktu SD kang sugeng sudah kritis banget pemikirannya untungnya gurunya bisa jawab.
:D
salam kang...

elpa on 28 Februari 2010 02.07 mengatakan...

kritis dan tajam,mhhh moga menang y mas

Newsoul on 28 Februari 2010 07.35 mengatakan...

Guyonan mantap, kisah mantap kang. Banyak orang mencari jalan pintas. Sukses untukmu kang.

Fais cWaKep on 28 Februari 2010 08.06 mengatakan...

wLw pun kita mndritaga' bLeh makan duit haram..
setuju ni mapostingan ini...

munir ardi on 28 Februari 2010 08.13 mengatakan...

setuju kang nggak boleh berbuat tidak baik, eh iya mudah-mudahan segera pulih seperti sedia kala, boleh nanya kang, kalau jalan pintas dapat PR tinggi dan pintar html ada nggak wk wk wk?

Lifestyle on 28 Februari 2010 08.19 mengatakan...

kembali lagi nih kang, mo liat jam indonesia udah berkurang ga kecepatannya hehe...

Hangga Nuarta on 28 Februari 2010 09.10 mengatakan...

Menusuk sekali Kang. Tepat pada sasaran... :D

Dhe on 28 Februari 2010 11.44 mengatakan...

Yupa.. betul itu.
iduplah dengan pola sederhana, tanpa perlu neko2, klo ngenet atao ngefb, dibiasakan seekdarnya aja, jangan terlalu membuang waktu, kan waktu jg ga boleh dikorupsi, bs digunakan bwt nyuci motor ntu pa sugenk. kwkwkw

andry sianipar on 28 Februari 2010 12.21 mengatakan...

Salam super-
Salam hangat dari Pulau Bali-

wah,, mantabbb jadi bahan renungan..

PRof on 28 Februari 2010 13.29 mengatakan...

Pinjem jamnya Kang....pekanbaru puanas tenan jew...:D

Korupsi memang tak ada habisnya untuk dibicarakan....mudah2an semua gremengan berlanjut ke tindakan tuk melawan...

sukses kang...!

Darin on 28 Februari 2010 13.36 mengatakan...

Wah leluconnya mengena banget pak! :D Tapi kesannya rakyat jelata juga jadi kena imbasnya ya hehe
Korupsi memang sesuatu yg harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Mudah2an para koruptor itu membaca artikel ini..amiin.

Pohonku Sepi Sendiri on 28 Februari 2010 13.37 mengatakan...

mantabh sangath artikelnya kang..
'eling lan waspodo' jadi salah satu hal yg kupegang sejak dulu.. makasih sdh diingatkan kembali.. :)

xitalho on 28 Februari 2010 14.10 mengatakan...

Yayaya.... cerita yang dikemas sbg guyonan untuk selalu mengingatkan bahwa praktek korupsi dinegara kita masih berlangsung disemua lini..

bintang on 28 Februari 2010 17.30 mengatakan...

alhamdulillah udah sembuh ya kang... jaga kesehatan yah.
sembuh dari sakit jadi lebih berkarya nih..
mantep....

angger on 28 Februari 2010 20.56 mengatakan...

alhamdullilah kang sugeng udah sehat,maaf kang baru berkunjung

afdil on 28 Februari 2010 21.35 mengatakan...

Sindiran yang cukup pedas.
Sepertinya Indonesia sudah terkenal dengan jam leletnya :D

Sudah semestinya kita merubah image ini

Zippy on 28 Februari 2010 22.16 mengatakan...

Wkekekekk...ada2 aja si mas...
Tapi lucu kok, lumayan terhibur... :D
Ya...moga aja gak sampai segitunya yah :D

Kristanto Wds on 28 Februari 2010 22.24 mengatakan...

Sundul lagi ah....

Dunia Hape on 28 Februari 2010 22.25 mengatakan...

Owwww..ternyata ini postingan buat kontes tooo, heheheh...
Baru liat dari tagnya, hehehhe...
Kalo jalan pintas yang ditempuh itu baik, ya gak masalah...
Tapi kalo seperti cerita diatas, wah...udah gak bener banget tuh...

Clara on 28 Februari 2010 22.34 mengatakan...

ikut kompetisi korupsi kang?
sukses ya hehehe

Pen Lab on 28 Februari 2010 23.08 mengatakan...

semoga cepat fit kang...
and sukses dengan kontesnya...
salam

catatan kecilku on 28 Februari 2010 23.15 mengatakan...

Artikelnya mantap Kang... Terus terang, anekdotnya bikin hati jadi miris nih.
Semoga sukses ya utk kompetisinya. Semangat...!

the others.... on 28 Februari 2010 23.18 mengatakan...

Kang.., spt itukah negara kita..? Duh benar-2 sedih membacanya

masichang on 1 Maret 2010 08.24 mengatakan...

huhahaha... pak saya pernah baca versi cerita pembukanya...... dimodif dikit ya pak? tapi muangtabs.. pembukanya saja udah siip... khas gaya prie GS.... mbanyol tapi berisi....

mari pak berantas korupsi bersama-sama.. penyakit

anazkia on 1 Maret 2010 09.50 mengatakan...

Wah, udah ikutan yah mas. Tinggal saya nih, ada 3 hari lagi. Harus ngebut :((

nobhita on 1 Maret 2010 10.39 mengatakan...

heheh kan negara kita ngara yang hebattt :D


Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
:D

semutbengkok on 1 Maret 2010 11.14 mengatakan...

salam Q utk mu sobat blogger
mohon konfirmasi utk postingan Q yang terakhir walaupun terakhir itu untuk sementara

aviorclef on 1 Maret 2010 16.08 mengatakan...

-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
Assalamualaikum,
*******Salam ‘Blog’!!*******
“Heheheheheh..hebat--hebattt”
-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-

Tukang komen on 1 Maret 2010 16.21 mengatakan...

Wah... ikutan kompetisi lagi nih.... iya nih kang yang paling menyebalkan tuh pembuatan surat-surat penting, maunya ngikut prosedur resmi tapi dipersulit malah, maunya pake tariff resmi tapi malah lamaaaaa sekali, sesudah ditunggu sekian lama lalu dapat kabar kalau kurang surat ini dan surat itu, dibuatin lagi surat yang dimaksud suruh nunggu lagi... sekian lama baru dapat kabar lagi kalau permohonan tidak dapat diproses.... welah... terakhir kali malah ditawarin kalo sekian ratus ribu bisa pak jadi cepat malah... dan benar.... 2 hari langsung jadi.... trus apa artinya menunggu sekian lama ? susah emang.....

attayaya on 1 Maret 2010 16.51 mengatakan...

huahahahahaha jadi kipas angin
lha korupsi kok dibilang rejeki

Aditya's Blogsphere on 1 Maret 2010 22.06 mengatakan...

ada lagi kang....dalam kontes saya sering menemukan orang2 yang curang...mereka memvote diri mereka sendiri dengan email ngacak....itu jalan pintas yang merugikan peserta lain kang......hehe...gmn yah melaporkanya??

Rokhmad Sigit (owner) on 2 Maret 2010 09.16 mengatakan...

sepakat nih mas, jangan pilih jalan pintas!

mocca_chi on 2 Maret 2010 11.50 mengatakan...

huahahah jam indonesia ude kek kipas angin aje ye wkwkwkw

Saung Web on 2 Maret 2010 19.14 mengatakan...

Haha... ada2 saja nih bikin merah aja ni kuping.. tapi sukurlah kang begitu sembuh semakin bijak saja rupanya.. n sorry baru mampir.. abis hujan terus nih.. kalau ol ntra modemku kena oom petir lagi haha..

Dofollow Blog Community on 2 Maret 2010 19.18 mengatakan...

Syukurlah kang kalau dah bisa ol lagi.. langsung tancap gas rupanya n sangat setuju dengan wejangan terakhirnya.. bahwa kita musti n kudu lebih eling lagi.. eling-eling mangka eling-- rumingkang di bumi alam..

liza on 2 Maret 2010 21.12 mengatakan...

ngga mau berkomentar apa2 lagi tentang keburukan negeri ini. hanya saja, saya yakin negeri ini suatu hari nanti akan lebih baik. insyaallah

03agoenk on 2 Maret 2010 21.14 mengatakan...

Wah uda sembuh ya kang, selamat dech uda sembuh, tapi banyak istirahat tuh biar cepet sembuh....

Sekarang ini musim hujan yang emang tiada hentinya dan ga kenal waktu, jadi di musim ini banyak yang sakit....

Semoga cepet sembuh dech kang.....
^__^

03agoenk on 2 Maret 2010 21.23 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
munir ardi on 2 Maret 2010 21.56 mengatakan...

baru tahu kang ini untuk kompetisi, semoga menang lagi ya

khatulistiwa on 2 Maret 2010 22.16 mengatakan...

korupsi sepertinya sudah mendarah daging tuh kang..jadi susah banget ilang nya

Media Download Gratis on 2 Maret 2010 23.22 mengatakan...

Salam Kenal Kang.. wakkakaakakka (ketawa dulu) he..3x... MntaPh.. Iya deH emG Jmn skg g ada yG Namax JlN pINtas.. pasti ada resiko msing2x.. sukses aja buat kontesnya kang.. keep up the good blogging..!!

elsoulpc on 7 Maret 2010 11.51 mengatakan...

hebat nih,..... setelah humor...langsung serius :D

Elsa on 10 Maret 2010 12.03 mengatakan...

malu aku jadi orang indonesia...
mengutip puisinya Taufik Ismail...

heheheee

Festival Museum Nusantara on 11 Maret 2010 08.54 mengatakan...

wakaakka =))

Harsudi on 20 Maret 2010 00.42 mengatakan...

Aparat profesional, pelayanan publik prima, tertib, tidak mau disuap, tidak mempersulit niscaya tidak ada jalan pintas.
Selamat... dan trim's Kang Sugeng. Keep Spirit, Keep blogging, juga keep watching corruption

restry on 23 Maret 2010 16.25 mengatakan...

ahaha..kang sugeng..saya teh baru baca ini artikel..luc banget..tapi bermakna..pantesan juara..hehe

nietha on 24 Maret 2010 11.33 mengatakan...

ngucapin selamat lagi deh kang ...

hosting profesional indonesia yang murah on 30 Juli 2010 14.06 mengatakan...

tapi kalau di komputer yang namanya shortcut penting banget... :)

Indonesia Siap Bersaing Di SERP on 26 November 2010 15.34 mengatakan...

semoga juara ya dikontesnya.. dukung kami juga kang, trims

Posting Komentar

[ Full Page Comment Form ]

Maaf... karena banyak SPAMMER, terpaksa saya mengaktifkan MODERASI.
Ini adalah DOFOLLOW BLOG, setiap komen yg kamu tinggalkan, akan menjadi BACKLINK buat URL yg kamu sertakan, so... tinggalkan komen yg sesuai dengan TEMA, jangan NYEPAM..!!
Gunakan Name/URL biar lebih efektif. Jangan lupa pake http:// biar ndak BROKEN LINK.
Komentar APAPUN asal sopan dan punya aturan, PASTI saya terbitkan, KECUALI yg menyertakan LINK, akan langsung saya DELETE..!!

Back to TOP

 

Be A Great Person Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template